Model Pendidikan yang Membebaskan

Intan Indah Prathiwie
Suara Karya, 6 Juli 2011

KITA semua tentu mafhum bahwa pendidikan memiliki fungsi dasar untuk membebaskan manusia dari (freedom from) kondisi ‘kegelapan’, seperti kebodohan, kemiskinan, kejahilan dan lain sebagainya. Sekaligus, pendidikan adalah instrumen untuk membebaskan manusia supaya mampu (freedom to) mewujudkan potensinya. Oleh karena itu, pendidikan memainkan peranan strategis untuk membawa manusia kepada kehidupan yang bermartabat dan berkualitas. Continue reading “Model Pendidikan yang Membebaskan”

Gambaran Masyarakat dalam Cerpen “Badai dalam Secangkir Teh”

Alvi Puspita
Riau Pos, 3 Juli 2011

Pembuka

“Badai dalam Secangkir Teh” (Storm in a Teacup [1920]) merupakan salah satu cerpen Lu Xun yang tergabung dalam kumpulan cerpen Catatan Harian Orang Gila, yang diterbitkan Jalasutra pada tahun 2007. Cerpen-cerpen dalam buku ini diambil dari Lu Hsun Selected Stories WW Norton & Company Inc yang diterjemahkan oleh Pipit Maizier. Terdapat 18 cerpen dalam kumpulan ini yang ditulis Lu Xun pada rentang 1918-1926. Continue reading “Gambaran Masyarakat dalam Cerpen “Badai dalam Secangkir Teh””

Tak akan Melayu Hilang di Bumi?

Muhammad Subarkah
Republika, 28 Juni 2011

MALAYSIA dan Singapura mengalami persoalan serius dalam penggunaan bahasa Melayu.

Kegundahan akan menghilangnya bahasa nasional di Malaysia ternyata juga mulai terasa. Sastrawan dan pakar bahasa Melayu Prof Dr Siti Zainon Ismail mengaku galau atas cara orang Malaysia ketika mengungkapkan pikiran melalui bahasanya. Kalau di Indonesia dikenal berbahasa ala gado-gado, dia menyebutkan, di Malaysia cara berbahasa itu mirip memakan rujak. Continue reading “Tak akan Melayu Hilang di Bumi?”

Penulis dan Masyarakat Pembaca

(Tanggapan terhadap Tulisan Syaefuddin)

Mahmud Jauhari Ali
Radar Banjarmasin

Sejak pertengahan bulan September 2008 yang lalu banyak tulisan bermunculan di ruang diskusi tertulis ini. Tulisan-tulisan itu membahas sebuah buku yang berjudul Ensiklopedia Sastra Kalimantan Selatan atau lebih dikenal dengan singkatan ESKS di kalangan masyarakat pembaca. Buku ini menurut saya sangat hebat karena dapat menyedot banyak penulis untuk mengupas dan membahasnya. Tercatat sudah genap sepuluh penulis mencurahkan pemikiran untuk kebaikan buku tersebut. Ada penulis yang mengkritik dan ada juga penulis yang berusaha membelanya. Dapat dikatakan buku itu sekarang berada dalam kontroversi. Continue reading “Penulis dan Masyarakat Pembaca”

Bahasa »