Tempat, Non-Tempat: Pergulatan Al-Hallaj dan Nietzsche

Asarpin *

Nietzsche adalah al-Hallaj yang diasingkan orang dalam negerinya. Ia lolos dari tangan para mullah, tapi terjerambab ke tangan para dokter!
–Mohammad Iqbal, Javid Namah (Kitab Keabadian), terj.Mohamad Sadikin, Panjimas, 1987, h. 80

Ia seorang sufi, yang dalam riwayat dicatat sebagai yang paling berani, dan karena itu ia dihukum mati. Para periwayat menyebutkan, ia seorang keturunan Persia dari garis kakeknya, tapi tentu saja ia bukan orang Persia tulen, atau orang Arab asli. Ia mungkin seorang hibrid. Tempatnya ada di mana-mana sekaligus tak di mana-mana. Tanah airnya seluas benua. Continue reading “Tempat, Non-Tempat: Pergulatan Al-Hallaj dan Nietzsche”

Syair Burung Nuri: Cinta yang Kandas

UU Hamidy *
Riau Pos, 8 Mei 2011

Cinta dan Puisi

Syair dan juga hikayat dalam dunia Melayu Nusantara sebagian telah digubah berdasarkan peristiwa nyata dalam kehidupan. Hanya saja, karena sudah dalam bentuk karangan seni yang dijalin dengan kekuatan imajinasi, maka gambaran yang dipantulkannya lebih mengutamakan nilai estetik daripada nilai kenyataan. Begitulah, beberapa kenyataan peristiwa cinta yang dialami manusia dalam jalan hidupnya, juga sudah disyairkan. Continue reading “Syair Burung Nuri: Cinta yang Kandas”

Baudrillard dan Iklan Politik

A Qorib Hidayatullah
http://indonimut.blogspot.com/

Pengamat politik dan komunikasi yang lagi giat-giatnya beradu analisis di ambang pelaksanaan pemilihan legislatif maupun pilpres 2009 ini, patut tak melupakan kekuatan yang bermuasal dari iklan politik media.

Kendati tampak baru, iklan politik menjadi peranti melambungkan pengaruh popularitas yang tergolong praktis. Di tengah-tengah ditengarainya masyarakat melek media, di mana Mc Luhan menesiskan global village Continue reading “Baudrillard dan Iklan Politik”

Rumah, Pulang

Asarpin

Rumah dan pulang mungkin dua tema yang akan terus kita temukan dalam kesusastraan sampai kapan pun. Sebab kedua tema ini telah menjadi bagian penting sejumlah penyair, di mana pun penyair itu berada. Sebagian besar mereka pernah menulis sajak tentang rumah dan pulang dengan kadar dan kedalaman masing-masing. Continue reading “Rumah, Pulang”

MANUSKRIP DAERAH: PELESTARIAN IDENTITAS KULTURAL MENUJU KOMODITAS

Agus Sulton
Radar Mojokerto, 1 Mei 2011

Mayoritas masyarakat kita tidak mengenal apa itu filologi, apa itu manuskrip, dan arti pentingnya. Ini setidaknya menjadi suatu fenomena besar, mungkin terjadi kesalahan dari sistem pendidikan kita sehingga hal semacam ini tidak diperkenal di tingkat sekolah lanjutan. Padahal orang yang kredibel dibidang ini berpendapat manuskrip adalah benda bersejarah dan masuk dalam cagar budaya yang harus dilindungi akan keberadaannya. Continue reading “MANUSKRIP DAERAH: PELESTARIAN IDENTITAS KULTURAL MENUJU KOMODITAS”

Bahasa ยป