Alex R. Nainggolan
lampungpost.com
SAJAK adalah sebuah medan tafsir, tempat segala kekayaan pengetahuan terangkum. Bukan karena imaji atau diksi yang terekam dalam setiap kata-katanya, melainkan ia seperti membuka rangkaian mitos kita tentang hal-hal atau cerahnya kata yang kita miliki. Sebuah sajak merupakan rekam jejak dari kata itu sendiri. Ketika menuliskannya, si penyair memang bekerja pada sebuah peristiwa—yang bagi saya “ajaib”. Ia, dengan kekayaan kosakata dan gayanya, meminjam ungkapan Joko Pinurbo menghadiahkan “ruang”-nya sendiri. Tentunya dengan kekayaan bacaan yang dimiliki si penyair itu sendiri. Continue reading “Jerit Diksi Sajak-Sajak Agit”
