Sumpah Bersejarah

Asarpin

Bahasa Indonesia bermula dari proyek kebangsaan. Ini setidaknya bisa dilihat sejak Sumpah Pemuda 1928, di mana harapan untuk menjadikan bahasa sebagai proyek nasionalisme di kalangan kaum pergerakan mencapai puncaknya dengan membacakan ikrar bersama tentang pentingnya memiliki satu bangsa, satu nusa dan satu bahasa.

Ungkapan ”bahasa menunjukkan bangsa” tampaknya mempertegas hubungan lama antara bangsa dan bahasa. Bahasa Indonesia pada mulanya berjalan seiring dengan derap-langkah nasionalisme. Continue reading “Sumpah Bersejarah”

Memaknai Sastra Religius dari Pesantren

Linda Sarmili
http://www.suarakarya-online.com/

Dewasa ini, secara kualitatif, dinamika sastra pesantren bisa kita analisis. Salah satunya adalah melalui pelbagai macam perubahan serta pergeseran corak orientasi paradigmatik yang menjadi substansi dalam karya sastra yang bersangkutan.

Maka, bertambahlah ‘spesies’ baru, genre baru ke dalam khazanah sastra pesantren mutakhir; sastra pop pesantren dan sastra pesantren yang subversif. Continue reading “Memaknai Sastra Religius dari Pesantren”

Belajar dari Ketragisan Bandung Bandawasa

M.D. Atmaja

Kemegahan candi Prambanan di perbatasan Yogyakarta Timur masih menyisakan kemegahan dan misteri. Di tempat itu juga menyimpan kronik sejarah yang dapat dijadikan bahan ajar untuk kita, manusia Indonesia. Prambanan sebagai simbolisme perjuangan melawan kesewenangan kekuasaan yang didorong keserakahan nafsu dan ambisi manusia. Juga mengenai peliknya perjuangan cinta yang disertai hujan air mata yang menderas darah dan berakhir dengan penghianatan. Continue reading “Belajar dari Ketragisan Bandung Bandawasa”

Gunung Putri

Asarpin

Namanya terpacak pada lempengan nisan keramat Gunung Putri. Ia adalah putri tunggal Pengeran Paksi Marga pertama Gajah Minga. Usianya baru 20 tahun ketika bahala menimpa. Sang putri dikenal ramah di kalangan kawula. Sangat rancak dan cantik parasnya. Karena itu usianya tidak lama dan namanya segera diabadikan dalam sebuah hikayat yang disampaikan dari mulut ke mulut. Continue reading “Gunung Putri”

Membangun Jiwa Kebangsaan

Amich Alhumami
Media Indonesia, 14 Maret 2011

DALAM kajian ilmu-ilmu sosial, tema civic education (pendidikan kewarganegaraan) merupakan isu penting yang mendapat perhatian serius. Civic education dipandang penting karena terkait dengan tiga hal: (1) upaya menumbuhkan kesadaran kebangsaan, (2) upaya memperdalam pemahaman makna kehidupan bernegara, dan (3) upaya membangkitkan kesadaran kolektif atas realitas masyarakat plural. Continue reading “Membangun Jiwa Kebangsaan”

Bahasa »