Pram, Marxisme-Komunisme dan Inkonsistensi

Hary B Kori’un
Riau Pos, 17 Sep 2006

JAKARTA, April 1999. Lelaki tua itu masuk ke dalam ruangan, duduk di antara pembicara yang lain dan sejenak kemudian langsung berbicara. Meski keriput terlihat di sana-sini, namun dia masih kelihatan kokoh dan berotot. Dia memang terlambat, moderator sudah lebih dulu membuka acara diskusi itu sebelum lelaki itu sampai. Kemudian sang moderator, Hilmar Farid, memberi kesempatan kepada lelaki itu untuk menyampaikan pikiran-pikirannya. Continue reading “Pram, Marxisme-Komunisme dan Inkonsistensi”

Cinta, Cintaku, dan Sebagainya

Untuk Kekasih dan Semua yang Pernah jadi Kekasih
Abdul Aziz Rasjid
Radar Banyumas, 1 Feb 2009.

Di abad 11 Masehi, di dataran tinggi tanah Kasmhir. Seorang Brahmana bernama Kanchipur dihukum mati. Sebab ia mencintai muridnya sendiri, seorang putri bernama Champavati anak dari Raja Sundava.

Jauh, sebelum penghukuman itu terjadi. Raja Sundava memahami betul bahwa cinta dapat tumbuh di manapun, juga dalam bentuk apapun. Namun, bila cinta mesti mekar di antara keduanya maka cinta itu adalah terlarang, bahkan cinta yang tak boleh mengada di dunia. Sebab itu pula, Raja Sundava di awal kisah menipu keduanya. Continue reading “Cinta, Cintaku, dan Sebagainya”

Bahasa »