Sajak dan Pertanggungjawaban Penyair

Sutardji Calzoum Bachri
Republika 9 Sep 2007

Ketika Tuhan merindu memimpikan dirinya agar dikenal dan lepas dari kegelapan rahasiaNya, Ia berfirman: Kun faya kun. Maka jadilah alam semesta ini.

Manusia sebagai bagian dari alam semesta serta alam semesta yang terkandung di dalam dirinya adalah bagian dari mimpi Tuhan, seperti yang dikatakan oleh Sufi besar Syeh Muhyiddin Muhammad ibn Arabi. Dari mimpinya, dari imajinasiNya, Tuhan melalui kata-kata kun faya kun, menciptakan sejarah jagat raya berikut sejarah manusia di dalamnya. Continue reading “Sajak dan Pertanggungjawaban Penyair”

Membaca Halaman Sastra di Media Cetak

Moch Arif Makruf
http://www.suarakarya-online.com/

Sebuah perjuangan penulis gelandangan untuk dapat menjumpai ruang publik sastra di media cetak adalah usaha untuk merobohkan dominasi penguasa sastra yang telah terlilit oleh sebuah mekanisme Industri. Ruang publik sastra di media cetak seperti sebuah jalan tol publikasi karya sastrawan mapan. Semakin kesulitan membedakan mana yang menjadi korban dan mana yang mengorbankan. Sastrawan yang telah mapan merasa setiap muntahan penanya selalu ada daya tampungnya. Kualitas sastra telah menjadi industri yang saling melengkapi dan saling menunggangi dalam kepentingannya masing-masing. Continue reading “Membaca Halaman Sastra di Media Cetak”

Pertemuan Dua Presiden Penyair

Salyaputra *
cetak.kompas.com

PERTEMUAN Sutardji Calzoum Bachri dan Umbu Landu Paranggi boleh jadi hal yang lumrah saja. Namun, mengingat peran dan mitos mereka selama ini sebagai tokoh perpuisian Indonesia, tak pelak perjumpaan dua sahabat lama ini mengandung sekian kemungkinan arti dan juga tafsir tersendiri: sebuah kilas balik sekaligus refleksi akan kehidupan susastra Indonesia di masa depan. Continue reading “Pertemuan Dua Presiden Penyair”

SEKITAR KEPENGARANGAN NOVELIS M.D. ATMAJA

Antara Dukun, Sabung Ayam dan Pembunuh Di Istana Negara
Nurel Javissyarqi

Prolog

Sewaktu koleksi bukuku hanya beberapa, kebanyakan fotokopian, aku membacanya setiap kata seperti bebijian emas berharga. Dengan suntuk serasa menggali sumber mata air dari tanah-tanah gersang. Berulang demi temukan ketepatan makna, lantas kugoyang nilai-nilai terkandung hingga pengertiannya berubah setiap harinya. Dan kudapati jiwa pengarangnya, meski guratan tersebut hasil terjemahan. Continue reading “SEKITAR KEPENGARANGAN NOVELIS M.D. ATMAJA”

Bahasa ยป