Membaca Kejenakaan Bakdi Soemanto : Mincuk

TE. Priyono
kr.co.id

Perjalanan sebuah karya sastra ternyata tidak dapat diceraikan begitu saja dari karakter dan watak penulisnya. Pengalaman hidup dan kekayaan batin penulis merupakan bumbu tersendiri, bagi cairnya proses kreatif, di samping sikap intelektual yang memberikan warna khas terhadap karya sastra itu. Kalau masih sepakat dengan sebuah keyakinan bahwa karya sastra tidak lepas dari ide dan bahkan intervensi empirik penulis terhadap dinamika kehidupannya. Continue reading “Membaca Kejenakaan Bakdi Soemanto : Mincuk”

Masa Depan Bangsa di Mata Budayawan

Antara Pesimisme, Harapan, dan Tindakan

Sihar Ramses Simatupang
http://www.sinarharapan.co.id/

Refleksi dan perenungan tentang kemerdekaan buat masa depan bangsa ini memang sangat kompleks. Fenomena ini ditangkap oleh para budayawan antara lain Ajip Rosidi, Franz Magnis Suseno, Pramoedya Ananta Toer dan Sapardi Djoko Damono yang ditemui oleh SH dalam sebuah perbincangan yang terpisah. Continue reading “Masa Depan Bangsa di Mata Budayawan”

Kepergian Pramoedya dan Gempuran Budaya Pop

[Pramoedya Ananta Toer, 1925-2006]

Yudhis M. Burhanudin *
balipost.co.id

Pramoedya Ananta Toer telah pergi untuk selamanya pada Minggu (30/4) lalu akibat serangan jantung. Dia seorang sastrawan yang cukup produktif dan sempat hidup di empat era berbeda — masa-masa prakemerdekaan, era Orde Lama, era Orde Baru, dan era Reformasi. Tentang Pram, demikian panggilan akrab sastrawan senior ini, sudah ada beberapa catatan khusus mengenai dirinya, dari biografi singkat sampai catatan khusus tentang karya-karyanya. Continue reading “Kepergian Pramoedya dan Gempuran Budaya Pop”

Rekonstruksi Sejarah dalam Teks Sastra

Tjahjono Widijanto *
Koran Republika

Sastrawan sebagai kreator senantiasa berada pada dua titik ketegangan. Satu titik ia tidak dapat hidup di luar kenyataan, di titik yang lain ia tidak dapat menerima kenyataan. Teks sastra akibatnya harus hadir sebagai sebuah proses yang pada waktu bersamaan bersifat mengagungkan sekaligus mengingkari.

Karya sastra menjumpai pembaca untuk menyajikan sebuah realitas ideologis dengan merujuk pada realitas kongkret yang dialami oleh pengarang dan masyarakat pembacanya. Bisa jadi realitas ideologis merupakan counter atau tandingan dari realitas kongkret yang sedang terjadi. Continue reading “Rekonstruksi Sejarah dalam Teks Sastra”

Kelemahan Analisis Sastra Struktural

Gunoto Saparie
suarakarya-online.com

MEMBACA sebuah karya sastra pada hakikatnya merupakan kegiatan apresiasi sastra secara langsung. Maksudnya adalah kegiatan memahami karya sastra dengan sungguh-sungguh sehingga tumbuh pengertian, penghargaan, kepekaan kritis yang baik terhadap karya sastra tersebut. Sastra, atau kesusastraan, menurut Swingewood, merupakan suatu rekonstruksi dunia dilihat dari sudut pandang tertentu yang kemudian dimunculkan dalam produksi fiksional. Sastra merupakan ekspresi pengarang yang bersifat estetis, imajinatif, dan integratif dengan menggunakan medium bahasa untuk menyampaikan amanat tertentu. Continue reading “Kelemahan Analisis Sastra Struktural”

Bahasa ยป