Memaknai ”Multikultural” Potensi Lokal

I Wayan Artika
http://www.balipost.co.id/

DI Indonesia, sampai saat ini, pluralitas (sebagai sebuah ancaman integrasi dan potensi) hanya dipahami berdasarkan terminologi politik. Hal itu menyebabkan terabaikannya pemahaman-pemahaman terhadap prurarlitas itu. Kesenian etnik sebagai salah satu item dalam pluralitas itu juga tidak diberi apresiasi yang baik. Apresiasi itu bersifat eksklusif, terbatas pada wilayah-wilayah budaya etnik pemiliknya. Continue reading “Memaknai ”Multikultural” Potensi Lokal”

KOMUNITAS SASTRA: BUKAN SEKADAR PAPAN NAMA

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Geliat sastra lahir dari pribadi kreatif. Ia mungkin saja menjadi sekadar gerak-riak. Sangat boleh jadi pula menjelma gelombang ombak yang memukau. Segalanya bergantung pada kegelisahan kreatif seorang individu sastrawan. Maka, kreativitas bagi sastrawan sesungguhnya merupakan ruh yang memungkinkannya melakukan tindak mencipta, berkarya, dan membuat perubahan. ?Kreativitas harus menjadi tanda perubahan mentalitas yang sangat berarti dalam diri makhluk manusia,? begitulah Nietzsche menekankan pentingnya kreativitas bagi manusia.1 Continue reading “KOMUNITAS SASTRA: BUKAN SEKADAR PAPAN NAMA”

Komik Tak Pernah Mati

Donny Anggoro *
sinarharapan.co.id

Komik Indonesia boleh saja mengalami masa surut sejak 1980-an. Komik Indonesia boleh saja kalah pamor dengan serbuan komik asing, terutama komik manga dan produk-produk anime dari Jepang. Komik Indonesia juga boleh saja sulit diproduksi sehingga banyak penerbit lebih suka menerbitkan komik impor. Di tengah-tengah gempuran demikian, komik Indonesia diam-diam terus menggeliat, terutama gerakan komik underground. Continue reading “Komik Tak Pernah Mati”

Sosok ”Orang Lain” dalam Sastra Bali Modern

Darma Putra
balipost.co.id

Penampilan sosok “orang lain” (the other) sebagai tokoh sentral cerita atau puisi sudah lama muncul dalam sastra Bali tetapi sifatnya sporadis. Lihatlah misalnya tokoh Cina dalam “Geguritan Sampek Eng Tay” (1915). Dalam karya-karya mutakhir, seperti cerpen “Ketemu ring Tampaksiring” karya Made Sanggra, pembaca menjumpai tokoh orang Belanda. Selain sebagai tokoh cerita, sosok “orang lain” itu juga menjadi fokus tema, sarana, serta arena penjabaran estetika. Continue reading “Sosok ”Orang Lain” dalam Sastra Bali Modern”

Bahasa ยป