Pornografi Dalam Karya Sastra

I Nyoman Suaka

Beranda

Sastra sebagai karya seni memiliki peluang yang hampir sama dengan bidang seni lainnya dalam hal pornografi. Namun unsur porno, erotis dan seks dalam karya sastra tidak seperti goyang dangdut Inul Darastita, yang sangat heboh belakangan ini, walaupun sama-sama seni. Selain penyanyi Inul, unsur pornografi sering juga ditunjukkan dalam seni lukis, foto, film dan patung, yang mudah dipelototi. Sehingga muncul polemik di masyarakat antara seni dan pornografi. Bagaimanakah pengarang menampilkan unsur seks dalam karyanya? Continue reading “Pornografi Dalam Karya Sastra”

SASTRA DAN BUDAYA SASAK DIBELANTARA MODEREN

Janual Aidi *

“Manusia tidak dipahami melalui eksistensi fisik, secara substansial, melainkan melalui karya dan ciptaannya” (Ernst Cassirer)

Satu kenyataan yang tidak dapat disangkal oleh siapapun juga bahwa sesungguhnya suku Sasak merupakan suku yang kaya akan sastra dan budaya. Sebut saja diantara karya-karya tulis pada zaman dahulu (naskah lama) seperti: Babad Selaparang, Babad Lombok, Babad Praya, Babad Praya (Mengawi), Babad Sakra, Babad Sari Manik, Jatiswara, Silsilah Batu Dendang, Nabi Haparas, Cilinaya, Cupak Gerantang, Doyan Neda, Pengganis, Kertanah, Dajjal dan Kotaragama. Continue reading “SASTRA DAN BUDAYA SASAK DIBELANTARA MODEREN”

Cerita Rabelais dalam Huruf Arab-Melayu

Hasan Junus
http://www.riaupos.com/

CERITA karya pengarang Prancis Fran?ois Rabelais (1494-1533) itu dalam bahasa aslinya berjudul ??Le pauvre et le rotisseur?? yang teks lengkapnya dapat dijumpai antara lain dalam buku Promenades en France yang disusun oleh Ren? Bell? dan Andr?e F?nelon Haas terbitan Holt, Rinehart and Winston, Inc., 1957 halaman 18-19. Kaki-dashi atau kalimat(-kalimat) pembukaan cerita itu dalam istilah bahasa Jepang ialah sebagai berikut: A Paris, un jour, il y a tr?s longtemps, au moyen ?ge, probablement au temps du roi Louis XI, un pauvre se tenait dans la rue devant un r?tisserie. Il ?tait triste ey il avait froid, car il faisait mauvais tempas. Beaucoup de gens passaient dans la rue sans faire attention au pauvre. Continue reading “Cerita Rabelais dalam Huruf Arab-Melayu”

SEOLAH-OLAH KRITIK SASTRA

Maman S. Mahayana
Pikiran Rakyat 3 Okt 2010

Esai “Kritik dan ?Hama Sastra?” yang dimuat “PR” (19/9), tak mubazir kiranya jika ditanggapi. Ia seolah-olah esai “kritik sastra” yang enak dibaca, mengalir lancar memainkan bahasa. Akan tetapi, di sana sini ramai sesat nalar dan salah data. Tulisan ini coba mengembalikan duduk perkaranya ke jalan yang benar.

Esai itu berangkat dari buku Damhuri Muhammad, Darah Daging Sastra Indonesia (2010) yang memuat berbagai aspek sastra Indonesia; sejarah sastra, praktik kritik sastra, dan beberapa pandangan Damhuri tentang kehidupan kesusastraan Indonesia. Meski pembaca berkuasa menanggapi memaknai teks apa pun sebagaimana disarankan resepsi sastra, esai itu nyata benar telah mereduksi wacana keseluruhan isi buku. Continue reading “SEOLAH-OLAH KRITIK SASTRA”

KRITIK DAN “HAMA SASTRA”

Binhad Nurrohmat
Pikiran Rakyat 19 Sep 2010

DAMHURI Muhammad dalam bukunya Darah-Daging Sastra Indonesia (2010) menuding ada jenis “kritikus sastra serupa hama tikus perusak tanaman di ladang sastra.”

Hiperbola Damhuri itu merupakan gusar besar terhadap kritikus sastra yang gencar memburu kelemahan karya sastra dan malas melacak kekuatannya. Kritikus sastra serupa itu adalah seteru karya sastra lantaran nafsunya lebih bergelora untuk berkonfrontasi ketimbang berkomunikasi dengan karya sastra. Continue reading “KRITIK DAN “HAMA SASTRA””

Bahasa ยป