Negeri Fabel

Samsudin Adlawi
jawapos.co.id

SUDAH banyak sebutan untuk negeri ini. Sampai-sampai sulit mengingatnya. Memperhatikan fenomena akhir-akhir ini, julukan terbaru yang juga layak disandang negeri tercinta ini adalah negeri fabel. Fabel diambil dari bahasa Belanda. Yakni, cerita yang menggunakan hewan sebagai tokoh utamanya. Misalnya, cerita Kancil dan Tantri yang cukup populer di kalangan anak-anak Indonesia sejak dulu sampai sekarang. Continue reading “Negeri Fabel”

Kejahatan Perdata “Jejak Tanah”

M.D. Atmaja

Cerpen Jejak Tanah karya Danarto adalah Cerpen Pilihan Kompas 2002 yang di dalamnya terdapat suatu tindak kejahatan perdata. Yaitu permasalahan tentang jual beli, tindak perdata yang mana menunjukkan suatu penyimpangan dalam jual beli tanah. Penggusuran para pemilik tanah yang tidak rela apabila para pemilik tanah harus meninggalkan rumah mereka. Jejak Tanah karya Danarto di dalamnya merepresentasikan kasus jual-beli yang tanpa ada kesepakatan antara penjual dan pembeli, yang dapat dikatakan sebagai bagian dari kasus penggusuran (perampasan) tanah. Continue reading “Kejahatan Perdata “Jejak Tanah””

Punakawan, Musuh, dan Moralitas Politik dalam “Perang”-nya Putu Wijaya

M.D. Atmaja

Politik memiliki manifestasi nilai di dalam jalan cerita. Seperti yang akan kami bahas di dalam tulisan ini, adalah mengenai isu politik di dalam novel Perang (2002) karya Putu Wijaya (PW). Melalui tulisan ini, kami tidak bermaksud mengetengahkan penjabaran yang panjang lebar, akantetapi hanya gambaran sekilas mengenai manifestasi nilai politik di dalam bangunan karya sastra. Novel Perang memiliki nuansa politis yang terbangun di alur ceritanya. Hal ini bisa dilihat dari garis besar cerita yang menggambarkan mengenai perseteruan dua kerajaan besar Astina dan Amarta. Continue reading “Punakawan, Musuh, dan Moralitas Politik dalam “Perang”-nya Putu Wijaya”

Bahasa ยป