Kritik Sastra, Kritikus Sastra, dan Latar Belakangnya

Sudarmoko *
koran.kompas.com

Kajian akademik terhadap karya sastra Indonesia dimulai sejak mulai dibukanya lembaga pendidikan seperti fakultas Sastra di UI berupa sekolah tinggi sastra dan budaya sejak tahun 1929, atau UGM dengan fakultas sastra, pedagogik, dan filsafatnya tahun 1950. Kita pun baru mengenal kritikus sastra seperti Teeuw, Jassin, Umar Junus, dan beberapa nama lain kurang dari 50 tahun ini. Lalu, bagaimana kehidupan kritik dan kajian sastra sebelumnya? Dan apa pentingnya membicarakan dan mengotak-ngotakkan kritikus dan apresiator sastra Indonesia? Continue reading “Kritik Sastra, Kritikus Sastra, dan Latar Belakangnya”

Teknologi dan Teologi

Bandung Mawardi
http://suaramerdeka.com/

TEKNOLOGI memberikan janji surga hari ini untuk manusia. Janji itu menjelma dalam ekstase, efisiensi, pragmatisme, atau hedonisme. Teknologi secara eksplisit memberikan pilihan kepada manusia untuk menerima godaan atau risiko.

Manusia bebas menentukan diri dengan dalil dan iman. Teknologi pada hari ini berada dalam fragmen penting dan menempati posisi penting dalam konstruksi sejarah manusia. Teknologi hadir dengan iman dan sistem mirip dengan teologi (agama). Teknologi dan teologi adalah realisasi manusia dalam rasionalitas dan religiositas. Continue reading “Teknologi dan Teologi”

WAYANG BEBER HANYA ADA DI DAERAH PEGUNUNGAN

; “Pusaka Budaya” Peninggalan Zaman Majapahit

Sarworo Sp, Joko Budhiarto
kr.co.id

WAYANG beber merupakan seni pertunjukan tradisional yang dapat dikategorikan kurang populer dan publiknya sangat terbatas. Secara umum, wayang beber termasuk jenis seni pertunjukan tradisional yang fenomenal. Pertama, jenis wayang tersebut termasuk peninggalan budaya yang telah berusia tua, karena pusaka budaya ini merupakan peninggalan zaman Majapahit. Kedua, jenis wayang ini hanya ditemukan di daerah pegunungan Jawa bagian tengah dan selatan, khususnya di Gunungkidul (DIY) dan Pacitan (Jawa Timur). Continue reading “WAYANG BEBER HANYA ADA DI DAERAH PEGUNUNGAN”

Sepak Bola (Seharusnya) Adalah Puisi

Tulus Wijanarko
http://www.korantempo.com/

Zinedine Yazid Zidane boleh saja menjadi pujaan penggemar sepak bola dunia. Tetapi bagi sebagian penulis biografi, Zidane mungkin bukan obyek favorit penulisan. Kenapa? Tentu saja bukan karena kisah hidup gelandang legendaris Prancis ini tak berwarna. Tidak pula disebabkan Zizou–demikian sapaannya–tak memiliki karisma. Untuk dua hal itu, Zidane lebih dari sekadar memenuhi syarat–perbawanya bahkan tak luntur setelah insiden tandukan kepalanya atas Marco Materazzi. Continue reading “Sepak Bola (Seharusnya) Adalah Puisi”

Sepak Bola Klenik

Sunlie Thomas Alexander *
jawapos.com

KEJANGNYA si gundul fenomenal Ronaldo menjelang final Piala Dunia 1998 di Prancis boleh jadi disebabkan faktor psikologis. Rasa gugup dan tegang dalam menghadapi partai penentuan adalah hal wajar. Apalagi beban dipikul oleh seorang bintang yang tengah bersinar terang seperti dirinya, tentu tak ringan.

Masalahnya, spekulasi kemudian berkembang. Salah satunya adalah isu bahwa Piala Dunia 1998 tak sepi dari praktik klenik. Kesebelasan Prancis pun dituduh telah menggunakan jasa seorang dukun terkenal dari Afrika Barat, Aguib Sosso. Seperti halnya ilmu teluh dari Banten yang konon sanggup melintasi lautan, seorang dukun Afrika -kata Adam Kone, paranormal Mali- memang tak mesti ada di stadion untuk melakukan sihirnya. Continue reading “Sepak Bola Klenik”

Bahasa ยป