MENULIS SEBAGAI IBADAH

Maman S. Mahayana*
http://mahayana-mahadewa.com/

Karya sastra ?dalam hal tertentu?bolehlah dianggap sebagai refleksi evaluatif pengarang atas problem sosial yang terjadi di sekitarnya. Boleh juga karya itu dipandang sebagai representasi kegelisahan sosio-kultural pengarang dalam memaknai simpang-siur peristiwa yang terjadi dalam kehidupan umat manusia. Dalam hal ini, pengarang biasanya hanya akan mengungkapkan realitas kehidupan berdasarkan pengalaman yang paling dekat dengan dirinya. Atau, menyampaikan sesuatu yang benar-benar diketahui dan dialaminya. Continue reading “MENULIS SEBAGAI IBADAH”

Mbah Priok dan Etnis Arab

Djoko Pitono *
jawapos.com

”Jangan ada kegaduhan di sekitar makam. Presiden mengimbau masyarakat tidak termakan isu,” kata Habib Ali Habib Ali Zaenal bin Abdurrahman Alaydrus.

Habib Ali adalah salah seorang ahli waris Al Habib Hasan Muhammad Al Haddad atau yang dikenal sebagai Mbah Priok di Koja, Tanjung Priok, yang makamnya menjadi ajang sengketa hingga memicu insiden berdarah, Rabu pekan lalu. Continue reading “Mbah Priok dan Etnis Arab”

Silang Pandang Javasranang

Kukuh Yudha Karnanta*
http://www.jawapos.com/

Jika ada pertanyaan peristiwa dan implikasi kultural apakah yang paling mencederai etnis Jawa akibat koloniasasi Belanda, jawabannya bukan sistem tanam paksa serta sikap ambivalensi atau mimikri sebagai etnis terjajah seperti banyak disebut dalam kajian postkolonial mainstream di Indonesia, melainkan ”raib”-nya satu generasi etnis Jawa yang dipaksa berpindah ke benua lain pada 9 Agustus 1890. Continue reading “Silang Pandang Javasranang”

Selamat Ulang Tahun, Buku!

St. Fatimah
http://www.jawapos.com/

“How many a man has dated a new era in his life from the reading of a book!” (Henry David Thoreau)

Sejarah mencatat, pada 23 April Miguel de Cervantes, penulis kelahiran Spanyol yang masyhur dengan karyanya, Don Quixote, meninggal dunia. Untuk mengenangnya, pada 1923 sejumlah toko buku di Spanyol menyelenggarakan “readathon”, pesta baca Don Quixote selama dua hari. Sekaligus penganugerahan Miguel de Cervantes Prize di Alcal? de Henares. Continue reading “Selamat Ulang Tahun, Buku!”

Nasib Perempuan Indonesia

Saparinah Sadli
http://cetak.kompas.com/

Lebih dari seratus tahun lalu Kartini meninggal, empat hari sesudah melahirkan anak pertamanya. Dokter Belanda sebelumnya mendiagnosis tidak ada masalah pada kesehatan Kartini pasca-melahirkan. Namun, beberapa jam setelah dokter pergi, Kartini menurun kondisinya lalu meninggal.

Kartini bukan orang miskin. Sebagai istri bupati, ia mendapat pelayanan kesehatan optimal. Dalam buku Door Duisternis tot Licht, kematiannya direspons dengan pernyataan non-medis seperti: ?Kartini sudah mengisyaratkan meninggal pada usia 25 tahun. Kartini minta adiknya (Rukmini) merawat bayinya andai kata ia meninggal?. Continue reading “Nasib Perempuan Indonesia”

Bahasa ยป