Djuli Djatiprambudi*
http://www.jawapos.com/
SAYA yakin, andai Bung Karno masih hidup, sang proklamator itu pasti akan marah besar. Bayangkan, patung Dirgantara di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, kini ditelan jalan tol yang melintang dan mendominasi ruang kota. Patung yang berbentuk lelaki kekar seakan siap terbang itu tidak lagi tampak nyaman saat dilihat dari segala penjuru. Patung itu seolah-olah sudah kehilangan maknanya. Terjepit oleh modernitas kota yang terus-menerus mengepungnya. Continue reading “Monumentalisme Edhi Sunarso”
