Monumentalisme Edhi Sunarso

Djuli Djatiprambudi*
http://www.jawapos.com/

SAYA yakin, andai Bung Karno masih hidup, sang proklamator itu pasti akan marah besar. Bayangkan, patung Dirgantara di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, kini ditelan jalan tol yang melintang dan mendominasi ruang kota. Patung yang berbentuk lelaki kekar seakan siap terbang itu tidak lagi tampak nyaman saat dilihat dari segala penjuru. Patung itu seolah-olah sudah kehilangan maknanya. Terjepit oleh modernitas kota yang terus-menerus mengepungnya. Continue reading “Monumentalisme Edhi Sunarso”

Biennale, Anti-Barat, Kesadaran Semu

Wahyudin *
jawapos.com

BIENNALE seni rupa terkadang butuh kenaifan. Pada saat-saat tertentu -seperti yang berlangsung dalam Jogja Biennale X-2009, 11 Desember 2009-10 Januari 2010- ia bahkan sebuah kenaifan itu sendiri.

Kenaifan itu sudah tentu berkenaan bukan dengan kebijaksanaan menumbuhkembangkan biennale sebagai tradisi kreatif yang berwibawa di jagat seni rupa dalam dan luar negeri, melainkan kebanalan pikiran yang bertendensi menafikan sejarah panjang perhelatan seni rupa dua tahunan ini Continue reading “Biennale, Anti-Barat, Kesadaran Semu”

Perspektif Gembira Sastra Lampung

Hardi Hamzah*
http://www.lampungpost.com/

Spektrum menggagas sastra daerah, tentu banyak kendala. Namun, dengan munculnya dua karya ini, kita seakan terhenyak, karena ternyata masih ada, dan mudah-mudahan bertambah.

Setelah gebrakan spektakuler buku puisi Mak Dawah Mak Dibingi karya Udo Z. Karzi (BE Press, 2007), yang merambah ke tingkat nasional, akhir tahun lalu kita diperkenalkan dengan dua karya sastra yang cukup menggelitik. Continue reading “Perspektif Gembira Sastra Lampung”

MENGADILI SANG SAPURBA: MENGGUGAT MASA LALU

Maman S Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Dapatkah sejarah diadili dan tokoh masa lalu yang menjadi terdakwa, pembela, dan saksinya? Itulah yang terjadi pada pementasan Sang Sapurba yang dipersembahkan Sanggar Teater Selembayung, Pekanbaru, Riau, di Panggung Seni Dewan Canselor Tun Abdul Razak, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Selangor, Jumat, 16 Juli 2004 dalam Festival Seni Teater Melayu ASEAN 2004. Festival yang diikuti enam grup teater dari Malaysia (Kelab Teater Rimba, Universiti Kebangsaan Malaysia), Indonesia (Teater Pagupon Universitas Indonesia dan Sanggar Teater Selembayung, Universitas Lancang Kuning, Riau), Singapura (Persatuan Kemuning Singapura), Continue reading “MENGADILI SANG SAPURBA: MENGGUGAT MASA LALU”

Cek Kosong Kesenian di Lampung

Arman A.Z.
lampungpost.com

Pembangunan kesenian adalah tugas dan tanggung jawab bersama. Pemda sepatutnya menjadi inisiator bagi pelaku kesenian yang kerap tak berdaya menghadapi sumber-sumber anggaran.

MENERIMA undangan diskusi seni UKMBS Unila bertema Geliat kesenian di Lampung, siapa peduli?! di Gedung PKM Unila, Kamis (17-12) lalu, awalnya saya enggan menghadiri. Saya menerka diri saya akan terjebak dalam ruang linglung yang dipenuhi curhat, kritik, dan (seperti biasa) tak satu pun pejabat pemegang palu keputusan terlibat aktif dalam diskusi itu. Continue reading “Cek Kosong Kesenian di Lampung”

Bahasa ยป