Membedah Anatomi Cerpen Indonesia:

Antara Kompleksitas Estetika dan Wilayah Sosialisasi

Satmoko Budi Santoso
Solo Pos

CERITA pendek (cerpen) Indonesia bersama eksistensi kritikusnya ternyata bisa menggelembung sebagai wacana yang bernilai gunjingan di warung-warung kopi atau melalui SMS. Namun, pastilah bisa juga diperdebatkan, sebagai konsekuensi penelaahan, setidaknya terepresentasi dalam tajuk Kongres Cerpen Indonesia III, 11-13 Juli 2003 yang silam, di Taman Budaya Lampung. Continue reading “Membedah Anatomi Cerpen Indonesia:”

Kontribusi Sastrawan Kalsel di Bidang Bahasa

Mahmud Jauhari Ali

Dewasa ini sudah sangat banyak karya sastra yang diciptakan oleh para sastrawan Kalsel. Karya-karya sastra yang diciptakan itu mencakup semua genre sastra. Lihat saja betapa banyaknya puisi-puisi yang dihasilkan oleh penyair-penyair Kalimantan Selatan. Penyair-penyair yang saya maksud itu mencakup penyair senior dari angkatan-angkatan terdahulu dan penyair angkatan terbaru “angkatan 2000” yang tak kalah produktifnya. Sebut saja Hamami Adaby, Arsyad Indradi, dan Micky Hidayat yang merupakan penyair-penyair dari angkatan terdahulu. Sedangkan penyair angkatan 2000 seperti Isoer Luweng dan M. Nahdiansyah Abdi. Semuanya menciptakan puisi dengan bermediakan bahasa. Continue reading “Kontribusi Sastrawan Kalsel di Bidang Bahasa”

Arkoun Kembangkan Pluralisme Islam

Adhitya Cahya Utama
jurnalnasional.com

Pemikiran Arkoun dipengaruhi berbagai tradisi dan kebudayaan.

TOKOH Islam postmodern, Mohammed Arkoun lahir 1 Februari 1928 di Tourirt-Mimoun, Kabilia, Aljazair. Ia salah satu cendikiawan yang mengaplikasikan ayat-ayat Al Quran secara konsepsional dalam kehidupan keumatan.

Kehidupan Arkoun yang mengenal berbagai tradisi dan kebudayaan merupakan faktor penting bagi perkembangan pemikirannya. Sejak muda, Arkoun biasa berkomunikasi dengan tiga bahasa, yakni Kabilia, Prancis dan Arab. Continue reading “Arkoun Kembangkan Pluralisme Islam”

Cak Nur: Cendekiawan-Aktivis

Abdul Razak
http://www.jurnalnasional.com/

Nurcholish Madjid adalah ikon pemikiran pembaruan dan gerakan Islam di Indonesia. Cak Nur, panggilan populernya, bukan hanya seorang cendekiawan yang berdiam di menara gading intelektualitas. Namun dia juga adalah seorang aktivis pergerakan, bahkan politikus.

Politik praktis merupakan jalan hidup yang mendominasi perjalanan hidup Cak Nur. Dia lahir di tengah-tengah keluarga Masyumi. Ayahnya, KH Abdul Madjid, dikenal salah seorang tokoh partai politik Islam terbesar di era Orde Lama itu. Continue reading “Cak Nur: Cendekiawan-Aktivis”

Omar Khayyam, Sang Jenius dari Iran

Vien Dimyati
http://www.jurnalnasional.com/

SOSOK Omar Khayyam dalam khazanah sastra Timur Tengah merupakan satu nama dari sekian banyak sastrawan klasik yang paling banyak dikenal. Ia memiliki keahlian dalam menuliskan bait-bait puisi. Bahkan, ia memiliki karya monumental: Rubaiyat.

Nama lengkapnya: Ghiyath al-Din Abu’l-Fath Umar ibn Ibrahim Al-Nisaburi al-Khayyami. Ia lahir di Khorassan, Iran, pada pertengahan abad ke-11. Keadaanlah yang membuatnya mampu mendayagunakan segala potensinya. Peristiwa-peristiwa politik pada masa itu memainkan peran penting dalam kehidupannya. Continue reading “Omar Khayyam, Sang Jenius dari Iran”

Bahasa ยป