Sastra Banyumas dalam Kekosongan Budaya

Rusmiyati
http://www.kr.co.id

SETELAH mencermati tulisan Sigit Emwe ?Langkah Sastra Banyumas?, beberapa waktu lalu di rubrik ini, saya menjadi kembali merenung panjang. Pasalnya, wacana tersebut hanya mengusung tentang iklim kesusastraan dalam dunia akademik. Berdasarkan pengamatan dari sebanyak pelatihan kepenulisan sastra jarang menghasilkan sastrawan yang andal. Bahkan, boleh dibilang tidak ada. Seseorang menjadi sastrawan karena ketelatenan dalam mengasah dan menggali bakatnya. Continue reading “Sastra Banyumas dalam Kekosongan Budaya”

Misi Kesusastraan di Banyumas

Yosi M Giri*
http://www.kr.co.id/

Menarik untuk dicermati pernyataan Rusmiyati ?Sastra Banyumas dalam Kekosongan Budaya? di Kedaulatan Rakyat (Minggu, 14 Juni 2009) menyatakan, sastra Banyumas sudah saatnya mencerahkan dengan menyuarakan dinamika budaya dan kehidupan masyarakat. Pendapat ini pun mendapat dukungan penuh dari A Teeuw yang beribu-ribu kali dikutip dan dipolarisasi sebagai upaya afirmasi lokalitas dalam kesusastraan Banyumas. Continue reading “Misi Kesusastraan di Banyumas”

Luasnya Wilayah Sosiologi Sastra

Gunoto Saparie *
suarakarya-online.com

KRITIK sastra memiliki korelasi yang erat dengan perkembangan kesusastraan. Menurut Andre Hardjana, kritik sastra merupakan sumbangan yang dapat diberikan oleh para peneliti sastra bagi perkembangan dan pembinaan sastra. Hal senada juga diungkapkan oleh Subagio Sastrowardoyo, bahwa untuk bisa menentukan bagaimana sesungguhnya perkembangan kesusastraan Indonesia, dibutuhkan suatu kritik. Continue reading “Luasnya Wilayah Sosiologi Sastra”

Penghargaan Rancage, Bak di Tengah Padang Tandus

Umi Kulsum
http://kompas-cetak/

Bukan berita baru lagi jika media mengungkapkan perihal bahasa dan sastra daerah yang makin jauh dari masyarakatnya. Perubahan di segala bidang kehidupan, bagaimanapun, memengaruhi pola pikir dan cara hidup masyarakat, termasuk penggunaan bahasa ibu dalam keseharian. Dan, tidak dapat dimungkiri, lahirnya bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu dan bahasa baku dalam teks, baik buku maupun media, membuat peran bahasa daerah semakin kecil. Continue reading “Penghargaan Rancage, Bak di Tengah Padang Tandus”

Sastra dan Perkembangan Ideologi Nasionalisme

Tjahjono Widarmanto *
Republika Online

Nasionalisme merupakan sebuah ideologi yang menyatakan kesetiaan dan pengabdian individu harus diserahkan pada bangsa. Kelahiran nasionalisme bisa dari kesadaran kolektif, bisa pula kesadaran akibat rekayasa oleh yang berkuasa kepada yang direkayasa, atau bisa pula sebagai reproduksi makna.

Contoh nasionalisme yang muncul akibat kesadaran yang dirakayasa dan dikonstruksi oleh kelompok dominan untuk kelompok subordinate, bisa dilihat pada ideologi nasionalisme yang ada di Indonesia. Continue reading “Sastra dan Perkembangan Ideologi Nasionalisme”

Bahasa ยป