Membaca Budaya Korea lewat Sastra

Tjahjono Widijanto
jawapos.com

Korea termasuk salah satu negara di kawasan Asia Timur yang hingga kini masih menyimpan berbagai misteri. Upaya memahami berbagai misteri berkaitan dengan manusia, bangsa, dan budaya Korea salah satunya dapat dijangkau melalui upaya penerjemahan teks sastra, seperti apa yang dikatakan Puskhin bahwa penerjemahan karya sastra ibarat kuda beban yang membawa harta kebudayaan suatu bangsa dari satu negeri ke negeri lain. ”Kehadiran” karya sastra Korea di dalam lingkaran masyarakat Indonesia dibandingkan dengan kehadiran karya sastra asing lainnya masih dirasa asing. Continue reading “Membaca Budaya Korea lewat Sastra”

Teks, Konsekuensi, dan Kebenaran

Zakki Amali*
http://www.jawapos.com/

Mitologi hukum karma selalu berlaku dalam kehidupan ini. Siapa menaman, dia menuai. Demikian halnya dalam menulis, siapa menulis dia menuai efeknya. Penulis mau tidak mau akan bersinggungan dengan realitas pembaca. Ketika teks dilempar, maka efek akan muncul.

Pisau analisis untuk membedah fenomena itu dapat mengacu pada formula: kematian penulis (author). Penulis telah mati. Artinya, buah karya penulis, secara lahir dan batin adalah milik khalayak. Melenceng atau tidak penafsiran pembaca atas teks itu sepenuhnya tidak bersangkut-paut terhadap pribadi penulis. Continue reading “Teks, Konsekuensi, dan Kebenaran”

nirwan dewanto – langkah ulung seorang penyair

Hudan Hidayat

tipografi adalah kode bagi sebuah puisi. Seorang penyair meletakkan larik-larik puisinya dengan cara tertentu, membentuk bait-bait puisi. Bait-bait yang menjadi unit-unit pemaknaan bagi pembaca. Tapi pembaca bisa memainkan kode yang disusun penyair. Dalam semangat kebebasan yang memberontak dari setiap konvensi dari dunia puisi -konvensi tipografi. Continue reading “nirwan dewanto – langkah ulung seorang penyair”

nirwan dewanto – perenang buta yang tak ulung

Hudan Hidayat

Bentuk Puisi, Peletakan Puisi

Puisi bukanlah semata soal bentuk, suatu cara menyusun kata, di dalam puisi. Tapi puisi adalah soal makna dari kata-kata yang ditimbulkan, dari cara menyusun puisi. Tapi bentuk dan isi, sebagaimana di dalam genre sastra lainnya, adalah seolah roh dan badannya. Atau seakan sperma dengan indung telurnya. Continue reading “nirwan dewanto – perenang buta yang tak ulung”

Mari Menulis Buku Harian

Mohammad Eri Irawan*
http://www.jawapos.co.id/

(Sebab) kertas lebih sabar ketimbang manusia. Anne Frank menulis selarik kalimat itu di buku hariannya pada 20 Juni 1942.

Ia datang bukan sebagai orator yang menggebu bicara kemanusiaan. Ia bukan panglima militer, ekonom, fisikawan, atau atlet legendaris. Tapi, bertahun-tahun sesudah kematiannya, orang ramai tetap tak pernah lupa: kisahnya terus terekam lewat buku dan film, pasase-pasase di buku hariannya lekat di ingatan. Continue reading “Mari Menulis Buku Harian”

Bahasa ยป