Pengembangan Sastra di Jawa Timur

Tengsoe Tjahjono *
surabayapost.co.id

(1)
Sastra Jawa Timur tentu tidak dapat dipandang sebelah mata dalam konstelasi sastra Indonesia. Banyak pengarang besar seperti Budi Darma, Zawawi Imron, Nirwan Dewanto, Ratna Indraswari Ibrahim, dan sebagainya berkarya dan berkembang dari wilayah ini. Belum lagi para pengarang dan kritikus muda seperti Shoim Anwar, Mashuri, W. Hariyanto, dan sebagainya yang tulisan-tulisannya mampu membangun daya gugah. Serta secara kultural Jawa Timur merupakan rajutan banyak budaya lokal yang unik. Continue reading “Pengembangan Sastra di Jawa Timur”

SCIENCE FICTION SUPERNOVA

Maman S. Mahayana *

Dua tanggapan atas Supernova yang dimuat Kompas (C. Sri Sutyoko Hermawan, Kompas, 11/3/2001 dan Tommy F. Awuy, Kompas, 18/3/2001) memperlihatkan kecerdasan kedua penulisnya dalam menganalisis novel karya Dee (Dewi Lestari) itu. Sebagai sebuah kritik umum, kedua tulisan itu berhasil menyajikan sebuah apresiasi. Ia dapat merangsang pembaca untuk menyimak sendiri novel itu. Continue reading “SCIENCE FICTION SUPERNOVA”

Pergulatan di Bilik Kecil Citra Global

Joni Ramlan Menggantung Masa Lalu

Riadi Ngasiran*
http://www.jawapos.com/

Hal ihwal cinta selalu berkait akrab dengan kehidupan manusia. Para pakar psikologi boleh sibuk mendefinisikan cinta, mulai Ibn Hazm hingga Sigmund Freud, dengan berlembar-lembar definisi, tapi cinta mempunyai tafsir yang berbeda-beda. Ia sangat personal untuk dihikmati: definisi tak banyak memberikan manfaat, yang penting dijalani. Bila saja ingat ujaran orang-orang tua, sebagaimana termaktup dalam Wedhatama, ”ilmu iku kalakone kanti laku”, cinta termaknai dengan menjalaninya. Continue reading “Pergulatan di Bilik Kecil Citra Global”

Tragedi Naskah Kuno dan Kesadaran Literasi

Munawir Aziz *
jawapos.com

Kabar buruk tentang hilangnya naskah kuno di Museum Radya Pustaka, Solo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu, merupakan rentetan tragedi dalam dunia literasi negeri ini. Museum ini didirikan pada 28 Oktober 1890 oleh Adipati Sosroningrat IV ketika masa pemerintahan Pakubuwono IX. Koleksi naskah yang hilang antara lain, Warna-Warni Sinjang (4 jilid), Smaradhana, Kakawin Barathayudha, Bausastra (4 jilid), Primbon Mangka Prajan, Serat Ong Ilaheng, Serat Jayalengkara Purwacarita, Serat Ambiyabahwi, Babad Surakarta, Babad Giyanti Dumugi Prayat, Serat Wiwahajarwa, Buku Gambar Songsong Keraton, Babad Purwa, dan lain-lain. Continue reading “Tragedi Naskah Kuno dan Kesadaran Literasi”

Wanita dalam Panggung Sastra Indonesia

Atih Ardiansyah*
http://www.pikiran-rakyat.com/

Dalam “belenggu” tradisi Jawa, Kartini dipingit. Namun, ia tidak kehabisan akal dengan hal itu. Ia lalu sering menulis surat dalam bahasa Belanda lalu mengirimkannya kepada sahabat-sahabatnya di Belanda. Keluarga Abendanon menjadi salah satu sahabat penanya. Kartini menuliskan pandangan-pandangannya mengenai dunia wanita dan pentingnya berbuat sesuatu untuk memajukan kaumnya. Ia pun terkenal dengan motonya “Aku mau?” (Annida edisi No.8/XVI/ 15 April-15 Mei2007, hlm.16) Continue reading “Wanita dalam Panggung Sastra Indonesia”

Bahasa ยป