GATOLOCO DAN DEWI MLENUKGEMBUK

Makalah Kemah Sastra IV Medini

F. Rahardi *

Gatoloco, merupakan tokoh sentral dalam buku dengan judul sama. Lengkapnya judul buku itu Suluk Gatoloco, Kitab Gatoloco, Balsafah (filsafat) Gatoloco. Buku yang menggunakan Bahasa Jawa modern, dengan huruf Jawa ini dan terbit di Kasunanan Surakarta, Jawa Tengah; pada awal abad 19, atau akhir abad 18 ini merupakan karya seorang penulis anonim. Continue reading “GATOLOCO DAN DEWI MLENUKGEMBUK”

Kritik Sosial dalam Sajak F. Rahardi

Esrom Aritonang

Bagi penggemar dan pengamat karya sastra di Indonesia, khususnya bidang puisi, nama F. Rahardi bukan nama asing lagi. Penyair ini dikenal luas pertama kali melalui “Soempah WTS” (1983). Kemudian buku kumpulan puisi kedua menyusul berjudul “Catatan Harian Sang Koruptor” (1985). Pada saat kelahiran buku kumpulan puisi kedua inilah F. Rahardi menyatakan “Proklamasi Puisinya”. Continue reading “Kritik Sosial dalam Sajak F. Rahardi”

SAUT KECIL BICARA DENGAN MABOK DAN BIRAHI *

F. Rahardi *

Judul buku kumpulan puisi Saut Situmorang: saut kecil bicara dengan tuhan, ada baiknya kita ubah. Sebab dalam sajak dengan judul sama pada buku tersebut (hal 25), tidak akan kita temukan adanya indikasi “Saut Kecil yang bicara dengan Tuhan”. Baik secara tersurat maupun tersirat (kiasan). Bahkan, keseluruhan 52 sajak yang terkumpul dalam buku ini, tidak mengisyaratkan adanya pembicaraan yang intens antara Saut dengan Tuhan. Yang ada justru bertebarannya kata-kata mabok, alkohol, bir, anggur dan ungkapan-ungkapan kebirahian. Yakni, ungkapan yang berhubungan dengan seksualitas dan sensualitas (voyeurisme). Maka judul paling pas untuk buku ini adalah: Saut Kecil Bicara dengan Mabok dan Birahi. Continue reading “SAUT KECIL BICARA DENGAN MABOK DAN BIRAHI *”

Karya Ilmiah

F. Rahardi *
Kompas, 2 Nov 2013

Dalam Pasal 35 UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan tertulis: ”(1) Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam penulisan karya ilmiah dan publikasi karya ilmiah di Indonesia; (2) Penulisan dan publikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk tujuan atau bidang kajian khusus dapat menggunakan bahasa daerah atau bahasa asing.” Teks Pasal 35 UU ini secara jelas menunjukkan bahwa ada bentuk tulisan berupa karya ilmiah. Karya tulis populer selama ini dianggap sebagai antonim dari bentuk tulisan karya ilmiah. Continue reading “Karya Ilmiah”