“Poem of Blood”: Tragika Kuda ala Ugo Untoro

Fahrudin Nasrulloh
Jawa Pos, 1 April 2007

Memasuki pameran Ugo, seketika tatapan mata tiba-tiba disergap dan dilemparkan ke padang penuh kebiadaban. Nyata benar di sana, panorama dunia kuda yang tragis; mata bolong, bangkai tersungkur, jejeran kulit terpajang bak mantel atau handuk, potongan kaki berupa sepatu kuda, tato api bertatah kata dislomotkan di kulit, goa bersuara ringkik kuda. Bagi penonton, yang tak akrab menyaksikan kekejian; inilah suguhan ganas tapi komtemplatif yang menyayat kesadaran. Continue reading ““Poem of Blood”: Tragika Kuda ala Ugo Untoro”

Kota, Buku Puisi, dan Sastra Pinggiran

Fahrudin Nasrulloh
_Jurnal Kebudayaan Banyumili

Puisi adalah sebuah kota yang sedang berperang — Hans Chinowski —

Begitulah kiranya gambaran sebuah kota yang berkobar dalam benak penyair Hans Chinowski, si tokoh absurd dalam novel Factotum, karya Charles Bukowski. Kota, ya sebuah kota, sebujur fosil dari kampung silam dan seiring menderasnya waktu perlahan tersulap oleh deru zaman dan modernitas menjadi sebuah wilayah yang menawarkan pilihan hidup tidak sekadar hidup. Continue reading “Kota, Buku Puisi, dan Sastra Pinggiran”

Wisata Buku Lawas di Yogyakarta

Fahrudin Nasrulloh
Suara Merdeka, 15 Juli 2007

Salah satu keistimewaan ketika mengunjungi Yogya adalah menelisik toko-toko buku yang tersebar di sejumlah tempat. Ada T.B. Social Agency, T.B. Diskon Toga Mas, T.B. Tiga Serangkai, T.B. Gramedia dan komplek toko buku Taman Pintar yang bersebelahan dengan Taman Budaya dan benteng Vredeberg, dan lain-lain. Namun sekarang untuk mencari buku-buku lawas susah sudah, bahkan nyaris nggak ada. Tahun 1970-an hingga 1980-an, menurut berbagai sumber, masih banyak dijumpai buku-buku lawas yang bermutu. Continue reading “Wisata Buku Lawas di Yogyakarta”

Bahasa ยป