“Post-etnisitas” Kazuo Ishiguro

Fina Sato *
Pikiran Rakyat, 27 Juni 2009

SELESAI membaca tulisan Anwar Holid tentang Martin Amis “Badabudu dan Martin Amis”, Khazanah, Pikiran Rakyat, (3/5), saya teringat pada karya-karya Kazuo Ishiguro. Seingat saya, Martin Amis dan Kazuo Ishiguro merupakan regenerasi penulis dalam kancah sastra Inggris di awal era 1980-an, yang telah menjadi bagian penting dalam percaturan sastra dunia hingga saat ini. Namun, saya tidak hendak membandingkan keduanya. Meski keduanya memiliki strategi dan karakteristik karya yang berbeda, namun kekuatan karya mereka sama-sama mempunyai keunikan yang menggoda. Baca selengkapnya ““Post-etnisitas” Kazuo Ishiguro”

Sajak-Sajak Fina Sato

http://www.pikiran-rakyat.com/
Episode Fetus

kata mereka, angkaangka bising dari mulutmu.
kau tumbuh dari rahim ibu yang belum sempurna.
tanganmu menjelma tunastunas bintikbintik alis
dan wajah emas. ruang hitam adalah rumah yang nyaman
penuh kerinduan dan kenangan.
namun aku belum sempat memberimu nama di kulitkulit ari
di gumpalgumpal darah
di tali pusar akar menikam tanah. Baca selengkapnya “Sajak-Sajak Fina Sato”