Sajak-Sajak Fina Sato

http://www.lampungpost.com/
Mungkin aku lupa menghitung kisah
:buat Rosadi

Mungkin aku lupa menghitung kisah
menjadi sejarah pada awal perjalananmu
aku mengiris sungai dan batu-batu hitam
yang semaikan suka duka pada akhir
malam sesak kelam
“hujan pun mengantarkan kepulanganmu
dalam kamar gelisahku,” sapamu sesaat
ketika malam merayap gigir di ujung jalan
yang laju tembus halimun pada gelap jalan berbatu
tapi matahari lindapkan kisah pada
lelaki dan segurit puisi
ada sebaris kenangan kausulam
pada punggung kesunyian akhir cerita
pun selayar pesan pejalan yang berangkat
pagi buta kepergiaan
bahkan tak ada janji pertemuan pada episode
tak sempat ditamatkan
waktu kelak bersumpah memberi ruang
untukmu menyapa perempuan yang sampai
di persimpangan
“titipkan sebait puisi untukku,” katamu
embun makin bekukan ujung jarijariku
memahat lekuk kata pada telapak tanganmu
kini aku hanya mampu mengenang
kisah malam lelaki kesah di persimpangan
semusim di rahim kotamu
purnama tak lagi telanjang
saat kepulangan di teras rumah,
hujan telah uraikan gelisah
dari awal cerita di bumi singgah
pada kota laluku

bumi singgah, 2005

Lelaki Laut (1)

ketika sauhmu menuju gerbang senja,
kaumengoyak perahu nelayan oleng
diterjang karang
dibuihnya ombak,
tanganmu mengayuh perjalanan sendu
:Lelaki laut injak biduk tiris menanti karam
di tangga batubatu karang kauterbangkan impian camar
pada musim dan gemuruh membesut ombak
pada kesunyian arah kayuhmu labuh
dihentakkan jiwajiwa sauh
kembali pada kebiruan ikanikan
menari dalam samudera
duhai lelaki lautku
angin tak pernah mengabarkan apaapa
hanya duka perempuan menanti di sudut pasir

Bandung, 2005

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *