Gerson Poyk
Suara Karya, 04 Agu 2007
Rumah makan Papacili didatangi seorang anak berusia empat belas tahun yang hanya memakai celana tanpa baju.
“Mau makan, Nak?” tanya Papacili.
“Mau, Pak, tapi tidak punya uang.”
“Siapa namamu?”
“Lumping, Pak.”
“Tidak punya uang kok masuk warung,” kata Papacili.
“Sudah berapa hari tak makan?” tanya Papacili. Continue reading “Kuda Lumping”
