Gerson Poyk Terharu Menerima Anugerah Kebudayaan 2011

Ami Herman
http://www.suarakarya-online.com/

Duduk berpangku tangan di pinggir meja rapat Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik, di lantai 16 Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu pekan lalu, Gerson Poyk nampak lebih muda dari usianya. Seluruh rambutnya yang telah putih, dicukur pendek, mengenakan setelan jas warna gelap dilengkapi dasi warna merah. Continue reading “Gerson Poyk Terharu Menerima Anugerah Kebudayaan 2011”

Pertolongan Tak Terduga

Gerson Poyk
http://www.suarakarya-online.com/

Tiba-tiba telpon genggamku berdering. “Halo ya, saya sendiri,” jawabku.
“Saya dokter dari Klinik Mata Nusantara. Saya, kami, baru saja membaca tulisan tentang Bapak di koran Jakarta Post. Kami ingin mengoperasi katarak Bapak,” “Terimakasih, tapi saya tak punya uang,” potongku.

“Bapak tidak mau? Operasinya gratis,” kata dokter yang mengaku bernama Rudi itu. Continue reading “Pertolongan Tak Terduga”

Tour De Borneo (2) Sebuah Esai Perjalanan Budaya

Gerson Poyk
http://www.suarakarya-online.com/

Biasanya ini hati agak kuatir kalau orang yang belum dikenal kemampuannya menjadi sopir kendaraan yang saya tumpangi. Mobil meluncur ke kota intan Martapura. Kami menuju tepian sungai, memperhatikan penduduk membuat lubang berbentuk sumur dan memompa air ke atas memakai mesin mobil tua. Dinding sumur ditahan dengan kayu-kayu yang kuat. Begitu pula dengan tanggal untuk turun dan naik. Tapi para pendulang tidak bisa kering. Pakaian dan tubuh basah kuyup berjam-jam, berhari-hari ketika mereka mendulang intan. Continue reading “Tour De Borneo (2) Sebuah Esai Perjalanan Budaya”

Tor De Borneo (3-Habis) Sebuah Esai Perjalanan Budaya

Gerson Poyk
http://www.suarakarya-online.com/

Teater monolog yang dibawakan oleh seorang gadis, sangat mempesona. Pembesar kesenian Departemen Pendidikan yang datangdari Jakarta menganjurkangadis itu agar segera pentas ke Jakarta. Dalam hubungan ini saya teringat suatu malam di gedungteater milik pabrik traktor John Deer di Iowa,AS. Dia mementaskan puisi-puisi Robert Frost. Yang menonton adalah sastrawan-sastrawan dari berbagai negara yang mengikuti program Internasional penulisan kreatif, pimpinan Prof Dr Paul Eagle. Continue reading “Tor De Borneo (3-Habis) Sebuah Esai Perjalanan Budaya”

Bahasa ยป