Perjalanan ke Pusat-pusat Air Kesadaran

I Made Prabaswara
http://www.balipost.co.id/

KEMALAMAN di tengah hutan, tanpa hasil buruan, Nisada alias Lubdhaka akhirnya memutuskan memanjat pohon maja yang dahan-dahannya menaungi telaga berair bening. Panah serta busurnya dibawa serta naik, lalu manusia pemburu ini pun duduk di dahan yang telah condong, sembari siaga memanah binatang-binatang buruan datang meminum air. Continue reading “Perjalanan ke Pusat-pusat Air Kesadaran”

Ruang Anak-anak Peradaban Masa Depan

I Made Prabaswara
http://www.balipost.co.id/

DI MANAKAH ruang bagi anak-anak dalam bangun peradaban yang dominan ditentukan manusia dewasa usia? Pertanyaan begini dipastikan tiada seberapa mengusik kalangan politisi negara maupun daerah yang kini berasyik-masyuk riuh-rendah dengan suksesi gubernur hingga pemilu, lanjut mengincar-incar kursi puncak kepresidenan buat peneguhan kuasa. Tak perlu heran bila Hari Anak Nasional 23 Juli nanti bakal lewat sepi-sepi saja, kalah gaung dengung tinimbang perdebatan egosentris kader–nonkader balon pemimpin tanpa standar kriteria jelas, kecuali kepentingan pribadi dan kelompok. Continue reading “Ruang Anak-anak Peradaban Masa Depan”

Simpen AB: Simpul Ilmu Sastra + Silat

Putra-Putri Tradisi Utama Bali (10)
I Made Prabaswara
http://www.balipost.com/

APA kaitan susastra dengan silat? Jawaban pas dan nyata bisa disimak pada sosok I Wayan Simpen AB. ”Sastra dan silat sama-sama ilmu olah rohani, sama-sama mengajarkan pengendalian diri. Sastra memberi suluh dan perlindungan hidup rohani, sedangkan silat memberi rasa percaya diri dan perlindungan hidup ragawi,” jelas tokoh pendidikan Bali serba bisa ini dalam suatu kesempatan perbincangan di tempat tinggalnya, di Jalan Gadung, Denpasar, pertengahan dasawarsa 1980-an. Continue reading “Simpen AB: Simpul Ilmu Sastra + Silat”

Nyoman Kaler: Sang Penjelajah Kreatif

Putra-putri Tradisi Utama Bali (9)
I Made Prabaswara
http://www.balipost.co.id/

BIBIT unggul, tumbuh di lahan subur gembur, dirawat para mpu ulung penuh perhatian, menjadilah dia sosok legendaris bernama I Nyoman Kaler. Lahir di Desa Pemogan, Denpasar Selatan, tahun 1892, dari pasangan I Gde Bakta dengan Ni Ketut Taro, bocah Kaler memang layaknya bibit unggul tumbuh di lahan gembur. Ayahnya dikenal sebagai seniman dan guru seni serba bisa pada zamannya. Adapun sang ibu yang terlahir dari seniman I Gede Salin, kakek Kaler, juga mewarsi aliran darah seni tari. Continue reading “Nyoman Kaler: Sang Penjelajah Kreatif”

Biang Agung: Padma Sastra Yantra

Putra-putri Tradisi Utama Bali (13)
I Made Prabaswara
http://www.balipost.co.id/

TAHUN 1911, Abendanon menerbitkan surat-surat RA Kartini, Door Duis-ternist Tot Lich (Habis Gelap Terbitlah Terang). Buku ini tidak hanya terkenal, dijadikan rujukan klasik dan utama dalam penulisan sejarah pergerakan perempuan di Tanah Air hingga kini, tetapi juga menginspirasi kemajuan pendidikan perempuan Indonesia. Continue reading “Biang Agung: Padma Sastra Yantra”