PADA LISTRIK YANG PADAM
pada listrik yang padam
mengalir pikiran geram
membodohkan para sialan
menyerapahi uang tertahan
sebab ia memilih diam di ateem Continue reading “Puisi-Puisi Ibnu Wahyudi”
PADA LISTRIK YANG PADAM
pada listrik yang padam
mengalir pikiran geram
membodohkan para sialan
menyerapahi uang tertahan
sebab ia memilih diam di ateem Continue reading “Puisi-Puisi Ibnu Wahyudi”
TEKA TEKI
di depanku duduk teka teki
menyantap kopi dan minum nasi
rokok tak dihidupkan
radio tak juga dinyalakan Continue reading “Puisi-Puisi Ibnu Wahyudi”
Menjawab Siwi Dwi Saputro dan Iskandar Noe
Nurel Javissyarqi *
“Jadi, kawinlah dengan kenyataan, bukan dengan kritik.”
(“Kritik,” Jakob Sumardjo, Kumpulan Esai “Orang Baik Sulit Dicari,” Penerbit ITB: 1997).
I. Ke Brunel University, ataukah di Universitas Indonesia?
Mulanya saya baca di bagian muakhir yang ditaruh JS sendirian serupa paragraf terpencil; saya sangka kalimat dalam tanda petik tersebut semacam menyindir, namun terlambat terketahui oleh baru melihatnya di malam 17 Januari tahun ini. Continue reading “Lamunan ke Brunel University, ataukah di UI?”
Ibnu Wahyudi *
Media Indonesia, 30 Mar 2014
BUKAN hanya di sini genre puisi memulai kiprah suatu khazanah sastra; tapi juga di banyak negara. Kenyataan seperti ini bukan sesuatu yang mengherankan sebab tradisi lisan, yang tentu mendahului tradisi tulis, erat berkait dengan penciptaan bentuk-bentuk sastra yang dapat dikategorikan sebagai puisi. Continue reading “PUISI DAN PERKARA EKSISTENSI”
Ibnu Wahyudi
Pengantar
Melalui Koran Tempo saya pernah menyatakan bahwa karya sastra, puisi pada khususnya, yang tampil dalam sejumlah milis sastra, belum menampakkan sumbangan atau kontribusi yang nyata atau signifikan bagi perkembangan kesastraan nasional (Basral, 2007). Konteks pernyataan saya itu bukan pada dimensi kualitas karya yang tampil, melainkan pada kenyataan bahwa (hampir) tidak ada seleksi terhadap karya dari para anggota milis bersangkutan. Continue reading “Menyiasati Jejaring Sosial dengan Karya Sastra yang Tipikal dan Kontekstual”