Hari Tak Punya Siang

iLenk rembulan
http://oase.kompas.com/

Nyanyian dalam kelam, demikian judul kumpulan puisi Sutikno Wirawan Sigit, dalam kemasan cover hitam kelam bergambar burung Colibri. Penyair Lekra , kelahiran Cilacap tahun 1939 ini tetap eksis dengan puisi-puisinya yang mungkin kita semua belum begitu akrab, mengingat sejak peristiwa G30S PKI tahun 1965 meletus , karya-karya penyair Lekra seakan menjadi barang haram untuk dibaca dan dinikmati di jaman Orde Baru. Baca selengkapnya “Hari Tak Punya Siang”

“Simpenen” Puisi Penggeli Hati

ILenk Rembulan
http://oase.kompas.com/

Sebagian masyarakat pasti berpikiran bahwa puisi terdiri dari kumpulan kata yang penuh makna, kesan metafora dan njelimet bahkan sebagian berkata bahasa dewa atau bahasa Jiwa. Namun ditangan Slamet Widodo, puisi berubah menjadi lebih rileks, kadang menabrak pakem juga terkesan lugu dan lucu dalam menangkap fenomena social di lingkungan sekitar masyarakat kita. Baca selengkapnya ““Simpenen” Puisi Penggeli Hati”

Kelembutan di Lengkung Alis Matamu

Ilenk Rembulan
http://kompas.co.id/

Dengan cover yang menawan, sudah bisa ditebak, aroma puisi seperti apa yang tersaji di dalamnya. Sentuhan kelembutan feminis mencerminkan hati penyair yang bagi sebagian teman perempuan yang kukenal dengan bisik-bisik katanya suka merayu dengan puisinya.

Buku kumpulan puisi Johanes Sugianto ini terdiri dari 86 puisi. Tidak dibagi dalam beberapa bab, atau semacam frase, kesemuanya di tulisnya langsung. Luar biasa, sajak-sajak itu diramunya selama tahun 2006, betapa produktifnya penyair ini. Baca selengkapnya “Kelembutan di Lengkung Alis Matamu”