Baca Kumcer “Belajar Mencintai Kambing”

Fatah Anshori *

Pada dasarnya manusia memang memiliki perasaan tidak pernah puas. Kerap melupakan apa yang telah dimilikinya: motor butut, televisi tabung 14 inch, ibu yang cerewet, ayah yang super galak, lingkungan yang kumuh, rumah kecil di pinggir kali dan segala hal yang kita anggap receh, inferior juga kerap tidak pernah kita syukuri telah memilikinya. Malah selalu berharap atau mendambakan sesuatu yang belum kita miliki: motor keluaran terbaru dan sedang trend, televisi LED, ibu yang baik dan tidak cerewet, ayah yang sabar dan pengertian, lingkungan yang bersih, rumah besar di tengah-tengah kota dan segala perkara yang kita anggap mewah namun sama sekali belum menyentuhnya alih-alih memilikinya. Continue reading “Baca Kumcer “Belajar Mencintai Kambing””

Membaca Novel Dawuk, Karya Mahfud Ikhwan

: Novel Peraih Kusala Sastra Khatulistiwa 2017
Fatah Anshori *

Pengalaman tinggal di suatu tempat entah itu kota, kecamatan, desa, dusun atau bahkan mungkin dalam lingkup yang lebih kecil katakanlah di suatu gang, lalu aku yakin selama peradaban masih berjalan, tempat tersebut cepat atau lambat akan menghasilkan sebuah cerita. Kurasa itulah yang tersirat di benak ku usai membaca Dawuk, novel Mahfud Ikhwan yang meraih Kusala Sastra Khatulistiwa 2017. Memang sejauh yang kutahu novel ini memiliki beberapa hal yang menarik dan mungkin juga biasa-biasa saja, tergantung dari mana kau melihat. Continue reading “Membaca Novel Dawuk, Karya Mahfud Ikhwan”

Kambing, Hujan, dan Guyonan ala NUMU

Ria AS
ranselparaperi.blogspot.co.id

Agar tampak kekinian, akhirnya saya membeli Buku “Kambing dan Hujan” karya Mahfud Ikhwan yang baru saja memenangkan Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta tahun 2014 lalu. Nah, karena penasaran tentang sosok penulis yang tidak pernah saya dengar sebelumnya, maka saya membaca dulu novel pertamanya yang saya pinjam dari perpustakaan UIN Malang : “Ulid Tak Ingin Ke Malaysia”. Continue reading “Kambing, Hujan, dan Guyonan ala NUMU”

Roman NU dan Muhammadiyah

Bandung Mawardi *
solopos.com

Di toko buku berslogan diskon di Kota Solo, ada tatanan buku-buku baru. Saya melihat buku berwarna hijau! Buku itu roman berjudul Kambing dan Hujan karya Mahfud Ikhwan dan diterbitkan oleh Bentang.

Di atas judul dan gambar kambing ada keterangan: Pemenang I Sayembara Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta. Wah, roman ini tentu patut diduga keren! Di bawah judul ada komentar pendek dari Ahmad Syafii Maarif, tokoh Muhammadiyah: Novel yang sangat menarik dan mengalir, enak dibaca. Continue reading “Roman NU dan Muhammadiyah”

Pengalaman Unik Membaca Ulid *

Katrin Bandel **

Bagi saya pribadi, membaca novel Ulid Tak Ingin ke Malaysia (yang sekarang dicetak ulang dengan judul lebih pendek: Ulid) karya Mahfud Ikhwan membawa pengalaman yang agak unik. Novel tersebut bersetting di sebuah desa terpencil bernama Lerok, di Jawa Timur, dengan tokoh utama seorang anak laki-laki yang kehidupannya dikisahkan mulai masa kecilnya sampai remaja dan beranjak dewasa. Continue reading “Pengalaman Unik Membaca Ulid *”

Bahasa ยป