Menyoroti Pemakaian “Nol” dan “Kosong” di Masyarakat

Mahmud Jauhari Ali
Banjarmasin Post

Berbahasa Indonesia dengan benar dalam komunikasi merupakan sebuah bukti kecintaan kita kepada bangsa, negara, dan tanah air kita. Bahasa Indonesia tidak dapat kita lepaskan dengan rakyat Indonesia itu sendiri karena rakyat Indonesia adalah pengguna sekaligus pendukung bahasa Indonesia. Hidup dan matinya bahasa Indonesia sebenarnya tergantung pemakaiannya oleh rakyat Indonesia. Continue reading “Menyoroti Pemakaian “Nol” dan “Kosong” di Masyarakat”

Saat Cemburu Membakar Jiwa

Mahmud Jauhari Ali
Tabloid Serambi Ummah, 21 Nov 2008

Pagi itu Hamid berdiam diri dengan mata tertutup. Entah apa yang sedang dipikirkannya. Kedua kakinya kadang-kadang digerakkannya untuk menghindari keram. Tangan kanannya memegang tasbih, tetapi tidak ia fungsikan. Bibirnya kerap digerakkannya. Sementara ibunya sedang menyiapkan makanan di ruang makan untuk mengganjal perut mereka. Continue reading “Saat Cemburu Membakar Jiwa”

Ensiklopedia Sastra Kalsel dalam Kritik

(Tanggapan terhadap Kritik Ivan Denisovitch)

Mahmud Jauhari Ali
Radar Banjarmasin

Puji dan Syukur penulis panjatkan kepada Allah swt atas adanya kritik terhadap sebuah buku yang baru saja diterbitkan oleh Balai Bahasa Banjarmasin. Buku yang disusun oleh sebuah tim ini telah berhasil menjadikan masyarakat Kalimantan Selatan membaca isinya. Bahkan, saya berani mengatakan bahwa buku ini telah berhasil menciptakan proses berpikir kreatif dari para pembacanya. Continue reading “Ensiklopedia Sastra Kalsel dalam Kritik”

Bahasa »