Sepasang Pencari Ikan

Mahmud Jauhari Ali

Pria bertubuh ceking itu masih tertatih-tatih menggendong mayat adiknya. Ia baru saja merapat dari sungai kecil dengan sebuah perahu motor. Sudah satu jam ia meninggalkan kota. Ia diburu, jiwanya ditingkahi ketakutan teramat sangat. Hanya adiknya yang dapat ia bawa. Itu pun jasadnya saja. Kakinya berlumuran darah akibat sayatan belati di paha kiri dan telapak kaki kanannya. Tubuhnya kemudian roboh di tanah becek dekat pohon beringin yang berdiri tegak. Tak ada manusia lain yang tahu ia roboh. Diciumnya mayat adik kesayangannya yang baru berusia 15 tahun itu. Mayat wanita muda itu kini dipeluknya erat. Ia menangis, hatinya pedih, wajahnya seperti orang gila yang sedang meringis campur tawa. Continue reading “Sepasang Pencari Ikan”

Saling Menghargai, Mengapa Tidak?

Mahmud Jauhari Ali
Radar Banjarmasin

Saya masih teringat dengan kata-kata guru saya di Sekolah Dasar dulu, “Kita harus saling menghargai satu sama lain!”, kalimat itu masih saja mengiang di telinga saya sampai saat ini, walaupun sudah sangat lama. Kita memang harus menghargai orang lain jika kita ingin dihargai pula oleh orang-orang di sekeliling kita. Jadi, kata-kata guru saya tadi adalah benar. Teringat dengan masa lalu saya itu membuat saya berpikir soal harga-menghargai antara sastrawan dan pemerintah di provinsi ini. Continue reading “Saling Menghargai, Mengapa Tidak?”

Penulis dan Masyarakat Pembaca

(Tanggapan terhadap Tulisan Syaefuddin)

Mahmud Jauhari Ali
Radar Banjarmasin

Sejak pertengahan bulan September 2008 yang lalu banyak tulisan bermunculan di ruang diskusi tertulis ini. Tulisan-tulisan itu membahas sebuah buku yang berjudul Ensiklopedia Sastra Kalimantan Selatan atau lebih dikenal dengan singkatan ESKS di kalangan masyarakat pembaca. Buku ini menurut saya sangat hebat karena dapat menyedot banyak penulis untuk mengupas dan membahasnya. Tercatat sudah genap sepuluh penulis mencurahkan pemikiran untuk kebaikan buku tersebut. Ada penulis yang mengkritik dan ada juga penulis yang berusaha membelanya. Dapat dikatakan buku itu sekarang berada dalam kontroversi. Continue reading “Penulis dan Masyarakat Pembaca”

Bahasa »