VISI DAN MISI KESUSASTRAAN INDONESIA MEMASUKI ABAD XXI*

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Pembicaraan mengenai visi dan misi kesusastraan Indonesia, tentu saja kaitannya menyangkut prospek kesusastraan kita dan tugas yang diembannya di masa mendatang. Bagaimanakah kehidupan kesusastraan Indonesia abad ke-21? Apakah ia kembali akan terperangkap pada isu-isu kontemporer atau klise? Apakah persoalannya berskala lokal, regional atau global? Masihkah kesusastraan Indonesia berkutat, berjalan di tempat atau mengalami lompatan yang mengagumkan? Continue reading “VISI DAN MISI KESUSASTRAAN INDONESIA MEMASUKI ABAD XXI*”

MASIH SEPUTAR PENJURIAN YANG MISTERIUS

Maman S. Mahayana

Sebuah amplop cukup besar, saya terima, 7 Januari 2002. Isinya, satu plakat agak mewah dan selembar surat. Ternyata, pengirimnya Panitia Panyelenggara Khatulistwa Literary Award (KLA) Indonesia’s Best Fiction Award 2000-2001. Plakat dimaksudkan sebagai simbol pernyataan keberterimaan dan barangkali juga penghargaan dari Panitia Panyelenggara, sedangkan surat dapatlah dianggap sebagai utusan panitia itu yang hendak menyampaikan ucapan terima kasih kepada juri. Continue reading “MASIH SEPUTAR PENJURIAN YANG MISTERIUS”

RAJA ALI HAJI: BAPAK KESUSASTRAAN MELAYU

Maman S. Mahayana *

Kalau bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu Klasik, maka kesusastraan Indonesia lahir karena dukungan sastra klasik yang tersebar di kepulauan Nusantara, seperti Bali, Jawa, Sunda, atau Melayu. Khusus dalam pembicaraan yang menyangkut kesusastraan Melayu Klasik, tentu saja Abdullah bin Abdulkadir Munsyi tidak dapat dilewatkan. Beberapa karyanya yang terkenal, antara lain Syair Singapura Dimakan Api, Kisah Pelayaran Abdullah dari Singapura ke Kelantan, Hikayat Abdullah bin Abdulkadir Munsyi, dan Kisah Pelayaran Abdullah ke Negeri Jedah. Continue reading “RAJA ALI HAJI: BAPAK KESUSASTRAAN MELAYU”

REALITAS-FIKSIONAL OLENKA *

Maman S. Mahayana **

Syahdan, menurut para pandita sastra, sastra kerap dirubung ketegangan antara tradisi dan inovasi, antara konvensi dan eksperimentasi. Tarik-menarik dua kekuatan itulah yang menjadikan sastra dan dalam pengertian yang lebih luas, kesenian, kebudayaan, menggelinding menghancurkan sakralitas tradisi, sehingga menghasilkan karya-karya inovatif. Ketegangan itu pula yang memaksa terjadinya tabrakan yang lalu melahirkan karya-karya eksperimental. Continue reading “REALITAS-FIKSIONAL OLENKA *”

RIMBA RAYA CERPEN-CERPEN KORRIE LAYUN RAMPAN *

Maman S. Mahayana *

Jika sastra diyakini sebagai ruh kebudayaan yang lahir dari rahim sosok individu pengarang, maka itulah yang dimaksud kebudayaan menurut persepsi dan pemaknaan pengarang bersangkutan. Sangat mungkin di dalamnya kita menemukan potret buram atau gambaran eksotik atau apa pun tentang perilaku, tradisi, sistem kepercayaan, tata nilai, atau pandangan hidup sebuah komunitas budaya. Sangat mungkin pula kita hanya memperoleh gambaran sepenggal kehidupan masyarakat bersangkutan. Continue reading “RIMBA RAYA CERPEN-CERPEN KORRIE LAYUN RAMPAN *”

Bahasa ยป