SUPER HILANG, SEGEROBAK SAJAK HAMID JABBAR

: KESERIUSAN YANG TAK KENAL LELAH
Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Hamid Jabbar, Super Hilang (Balai Pustaka, 1998), xii + 397 halaman
Puisi bukanlah caci-maki. Ia juga tidak sekadar ungkapan perasaan melankolis remaja yang cengeng. Seperti juga ragam karya sastra lainnya, sangat mungkin puisi dimanfaatkan sebagai alat untuk mengungkapkan kegelisahan penyair ketika ia mesti ber-hadapan dengan ketidakadilan, ketidakberdayaan atau manakala ia merindui cinta ilahiah. Oleh karena itu, di tangan penyair, puisi dapat menjadi semacam potret kehidupan atau ekspresi subjektif penyairnya sendiri. Continue reading “SUPER HILANG, SEGEROBAK SAJAK HAMID JABBAR”

SELAMAT JALAN, MANG!

Maman S. Mahayana
mahayana-mahadewa.com

Suatu siang di sebuah gudang di kampus Fakultas Sastra Universitas Indonesia (FSUI) Rawamangun. Seseorang telentang di antara serakan dan tumpukan buku. Asyik-masyuk. Tak peduli pada hiruk-pikuk mahasiswa, karyawan, dan sejumlah dosen. Orang itu bagai tenggelam dalam buku yang sedang dibacanya. Buku ukuran kecil yang digenggamnya itu kemudian dilemparkan begitu saja. Segera, tangannya meraih buku jilid berikutnya; sebuah serial silat SH Mintarja, Api di Bukit Menorah. Ia tenggelam lagi. Pastilah serial silat Khoo Ping Ho yang bertumpuk dalam ikatan karet gelang, masih sabar menunggu giliran. Tak ada yang berani mengganggu. Continue reading “SELAMAT JALAN, MANG!”

PROBLEM HUBUNGAN SASTRA DAN AGAMA?

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Di tengah kesenyapan penerbitan buku-buku kritik dan ingar-bingar serbuan novel, antologi cerpen, antologi puisi dan, naskah drama, kehadiran buku Sastra dan Agama (Jakarta: Yayasan Ngali Aksara bekerja sama dengan Penerbit Penamadani, xxiv + 313 halanan) karya Marwan Saridjo ini, laksana gerimis di tengah kemarau panjang kritik sastra Indonesia. Lebih daripada itu, buku ini juga boleh dikatakan mengisi dahaga atas kerontangnya pembicaraan mengenai sastra Indonesia yang bercorak Islam. Memang selama ini baru Abdul Hadi WM yang begitu gencar dan serius mengangkat khazanah sastra Islam. Continue reading “PROBLEM HUBUNGAN SASTRA DAN AGAMA?”

APRESIASI SASTRA INDONESIA DI SEKOLAH

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Apakah pengajaran sastra (Indonesia) di sekolah bertujuan agar siswa (a) menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa, dan (b) menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia, atau agar siswa memperoleh pengetahuan (a) tentang sastra dengan berbagai teori dan (b) nama pengarang, judul, dan angkatan-angkatan? Continue reading “APRESIASI SASTRA INDONESIA DI SEKOLAH”

FENOMENA NOVEL ISLAMI

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Novel Ayat-Ayat Cinta (2004) karya Habiburrahman El Shirazy, secara sosiologis, tak pelak lagi, telah menancapkan dirinya sebagai novel paling laris, paling banyak dibaca, dan luar biasa fenomenal. Dalam perjalanan sastra Indonesia, baru kali inilah sebuah novel meraup angka penjualan yang sangat mencengangkan. Jika novel itu kemudian difilmkan dan berhasil menyedot jumlah penonton yang juga mencengangkan, tentu saja sukses itu, terutama, tidak terlepas dari kehebohan yang diciptakan karya Habiburrahman itu. Dari sana lalu muncullah wacana tentang sastra Islam; sebuah fenomena yang wajar dari sebuah kegandrungan yang tanpa sadar menciptakan kelatahan. Continue reading “FENOMENA NOVEL ISLAMI”