BERDERAP?BERKEJARAN DENGAN TUHAN

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Menafsir puisi, tentu saja tidak sama dengan memasukkan huruf-huruf untuk mengisi kotak-kotak kosong dalam teka-teki silang. Jika jawaban pada kotak menurun atau mendatar itu salah, maka jawaban itu akan mengganggu huruf lain yang menempati salah satu kotak pada lajur menurun atau mendatar. Menafsir puisi, juga tidak semudah menyusun kembali gambar-gambar puzzle. Jika salah satu bagian gambar itu salah letak, maka keseluruhan gambar itu akan memunculkan bagian yang nyeleneh atau nyengsol, berantakan. Continue reading “BERDERAP?BERKEJARAN DENGAN TUHAN”

INSPIRASI KEBANGKITAN NASIONAL

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Bagaimana perkara sesungguhnya yang terjadi di seputar lahirnya kebangkitan nasional (20 Mei 1908) yang kerap dihubungkan dengan Boedi Oetomo (selanjutnya disingkat: BO), sebuah organisasi yang dibentuk beberapa pemuda Jawa yang seolah-olah mengesankan hendak mengusung semangat primordialisme? Sejauh mana pula signifikansi elan BO?semangat kebangsaan (Jawa?), ditempatkan sebagai organisasi awal yang menandai kebangkitan kebangsaan Indonesia? Bagaimana pula sastrawan Indonesia ketika itu menerjemahkan makna kebangkitan nasional? Continue reading “INSPIRASI KEBANGKITAN NASIONAL”

MENYONGSONG GENERASI TANPA KORUPSI

Maman S. Mahayana *

Dalam satu atau dua dasawarsa ke depan, mungkinkah di negeri ini lahir generasi tanpa korupsi? Selepas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar sejumlah kasus besar yang melibatkan beberapa anggota DPR, Jaksa, dan para petinggi negara, harapan menuju generasi tanpa korupsi bukanlah sebuah utopia. Apalagi jika ada gerakan bersama untuk menyatakan perang melawan korupsi. Oleh karena itu, langkah pemberantasan korupsi perlu diikuti dengan berbagai usaha pencegahannya. Continue reading “MENYONGSONG GENERASI TANPA KORUPSI”

MENULIS NOVEL, MENCIPTAKAN DUNIA

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Bagaimanakah caranya menjadi seorang pengarang atau lebih khusus lagi, menjadi cerpenis, novelis? Dapatkah seseorang menjadi cerpenis, novelis atau sastrawan besar? Syarat apa saja yang harus dipenuhi agar dapat mencapai cita-cita tersebut? Siapa pun sesungguhnya dapat menjadi penulis atau pengarang ?termasuk di dalamnya cerpenis atau novelis. Cara mencapai tujuan itu, juga bergantung kita sendiri. Tidak perlu modal atau biaya yang besar. Tak perlu juga berpikir tentang bakat. Seseorang yang menjadi pengarang sama sekali tak ditentukan oleh bakat. Continue reading “MENULIS NOVEL, MENCIPTAKAN DUNIA”

MASALAH INTELEKTUALISME PENGARANG INDONESIA

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Tradisi bersastra dalam kehidupan masyarakat di Nusantara ini, sejak awalnya lahir dan berkembang di lingkungan kaum elite. Dalam kehidupan di lingkungan keraton atau kesultanan, pujangga termasuk golongan priyayi yang hidup dalam sistem pengayoman pihak kerajaan. Dalam hal-hal tertentu, masyarakat tidak jarang memandangnya sebagai utusan raja atau sultan. Oleh karena itu, keberadaan dan profesi mereka tidak hanya ditempatkan secara khusus, tetapi juga diperlakukan dengan memberinya sejumlah hak istimewa (privilege). Continue reading “MASALAH INTELEKTUALISME PENGARANG INDONESIA”

Bahasa ยป