Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/
Menafsir puisi, tentu saja tidak sama dengan memasukkan huruf-huruf untuk mengisi kotak-kotak kosong dalam teka-teki silang. Jika jawaban pada kotak menurun atau mendatar itu salah, maka jawaban itu akan mengganggu huruf lain yang menempati salah satu kotak pada lajur menurun atau mendatar. Menafsir puisi, juga tidak semudah menyusun kembali gambar-gambar puzzle. Jika salah satu bagian gambar itu salah letak, maka keseluruhan gambar itu akan memunculkan bagian yang nyeleneh atau nyengsol, berantakan. Continue reading “BERDERAP?BERKEJARAN DENGAN TUHAN”
