Sajak-Sajak Mashuri

jawapos.co.id

Berguru pada Hujan

tidakkah kau tahu, betapa rintik itu ‘lah menikam dadaku
sebentuk jarum yang runcing, dingin
menggigilkan segala dedahan, dedaun, rimbun tubuhku
hingga segala seakan hancur
dan tak terkenali kembali, lebur
tapi aku masih ingin menyapamu dengan sederhana
seperti dahi pada lantai, seperti matahari pada bumi
seperti telapak kaki pada tanah basah… Continue reading “Sajak-Sajak Mashuri”

Sastra Jawa dan Persoalan Estetika

Mashuri

Peristiwa yang menyerupai Pengadilan Puisi Indonesia Mutakhir yang diselenggarakan Yayasan Arena di Aula Universitas Parahyangan Bandung pada 8 September 1974 kembali terjadi. Kali ini, terjadi di Ruang Sawunggaling, Taman Budaya Jawa Timur pada tanggal 30 Agustus 2002, yang dilakukan oleh sejumlah sastrawan Jawa. Tetapi, terdapat perbedaaan mendasar di antara kedua pengadilan itu. Continue reading “Sastra Jawa dan Persoalan Estetika”

Sajak-Sajak Mashuri

Kidung Tanjung

Berjalan di utara, bukan hanya laut yang bergelora
Duri juga tumbuh bersama kaktus, mimpi pun
terbungkus nyeri ritus, nafas laut mendengus,
juga sekujurku yang diringkas panas, diringkus arus?
Cakrawala pun hangus,
ketika gelombang menerjang, angin berhumbalang
Bahkan rapal-mantram menjadi rangsum
ketika nelayan turun —menjemput laut
dengan senyum dan kalut; Continue reading “Sajak-Sajak Mashuri”

Kematian Matali

Mashuri

Matali bunuh diri! Peristiwa itu langsung menggemparkan kampung Gombalmukiyo. Kampung ini termasuk kampung kecil yang terletak di pinggiran kota, dikelilingi parit kecil, dipenuhi tanaman hijau nan perdu; kampung yang oleh media massa disebut sebagai kampung tempat orang menghilangkan penat karena udara masih murni dan suasananya bisa membuat orang bahagia. Continue reading “Kematian Matali”

Bahasa ยป