: Semacam Surat Kreatif Kepada Iqbal Baraas, Pengarang “Mawar Gandrung”

Mashuri * Continue reading “PUISI, DUKA DUNIA, KACA MATA HITAM”
: Semacam Surat Kreatif Kepada Iqbal Baraas, Pengarang “Mawar Gandrung”

Mashuri * Continue reading “PUISI, DUKA DUNIA, KACA MATA HITAM”

Fatah Anshori * Continue reading “Ngaceng-nya Mashuri”
Aziz Abdul Gofar *
Mashuri ingin menunjukan kepada pembaca bagaimana sistem kuno kehidupan pesantren dimana si tokoh utama berasal, menunjukan bagaimana harus hidup dalam aturan yang telah tersistemisasi oleh pola perilaku yang khas yang berafiliasi pada sisi transendensitas. Continue reading “Tinjauan Kecil Novel Hubbu karya Mashuri”
Mashuri*
Seputar Indonesia, 20 Juli 2008
DILIHAT dari capaian estetik dan genre, sastra Jawa bisa disejajarkan dengan sastra dunia.Itu bisa dilihat dari karya Jawa Kuno hingga capaian Ronggowarsito. Namun, seiring laju waktu, ternyata sastra Jawa “terjun bebas”.
Nilai estetikanya tak lagi bisa dijadikan patokan, ragam genre yang diusungnya pun terkesan stagnan. Pertanyaannya, apa penyebab mendasar dari kemerosotan ini? Continue reading “Memetakan Sastra Jawa”
Sebentuk ‘Surat Kreatif’ kepada Fatah Yasin Noor, Penulis Kumpulan Puisi Rajegwesi
Mashuri **
Sejarah adalah mimpi buruk (James Joyce)
Bung Fatah Yasin Noor yang terhormat.
Mungkin kita belum pernah bersua, namun dalam kesempatan ini aku berikhtiar bersua denganmu lewat puisi-puisimu. Siapa tahu aku dan dirimu bertemu atau berpapasan di teks-teks puisimu, dan pertemuan itu bisa aku untai menjadi buah pikiranku. Jika aku tak bisa menemuimu di sana, aku akan merangkum kealpaan itu dalam praduga yang berlatar pada sosio-kultur yang melahirkan teks-teks puisimu, juga sosiokultur yang mematri nilai-nilai dan kearifan ke jiwamu. Continue reading “Puisi, Sejarah, Santet *”