
Muhammad Yasir Continue reading “Dostoyevsky Mulai Hilang di Hatiku”
Sajak-Sajak Muhammad Yasir
Ode untuk Indonesia
Apakah kami juga Indonesia,
setelah puisi-puisi pesakitan dijual kepada redaktur koran mingguan untuk kesenangan seorang penyair?
Katakanlah bahwa kami juga Indonesia,
dan bahwa darah-darah kami telah disedot habis kekuasaan kemudian dimasukan ke dalam tong baja pemintal sutera untuk jas seorang presiden dunia ketiga! Continue reading “Sajak-Sajak Muhammad Yasir”
Karya Sastra Apa yang Tidak Politis?!
Membaca Dareen Tatour dan Saut Situmorang

Muhammad Yasir Continue reading “Karya Sastra Apa yang Tidak Politis?!”
Azami Ya Azam, Saudaraku
Muhammad Yasir
Azami ya Azam, kukatakan kepadamu. Di sini, matahari bersinar malas. Hampir seantero sudut kota, remang dan misterius. Orang-orang berjalan menundukkan kepala, seakan-akan langit dan awan-awan tidak memiliki hak untuk segala kepedihan hidup yang mendera. Kebijaksanaan hidup, mungkin, telah lama sirna dari sini. Continue reading “Azami Ya Azam, Saudaraku”
Di Rumah Sakit Bethesda, Kita Duduk Bertiga
Saut Situmorang, Seni Sepanjang Abad

Muhammad Yasir Continue reading “Di Rumah Sakit Bethesda, Kita Duduk Bertiga”
