Tag Archives: Nelson Alwi

Moralitas (dan) Kepengarangan

Nelson Alwi
http://www.riaupos.co/

PENDAPAT mereka yang telah berhasil memberi arti keberadaannya bisa jadi pedoman dalam upaya memformulasikan alternatif-alternatif baru menyangkut hidup dan kehidupan. Atau, setidaknya akan memperluas cakrawala pengetahuan generasi penerus yang tengah menapak mencari (ke)jatidiri(an). Pengertian demikian, tak termungkiri telah mendorong banyak penulis mempublikasikan sebutlah memoar atau (auto)biografi, yang menghimpun gagasan, visi, misi, motivasi dan atau perjuangan publik figur dalam dan luar negeri.

Iwan Simatupang, Pembaru Sastra Indonesia

Nelson Alwi
http://www.suarakarya-online.com/

IWAN Simatupang, lengkapnya Iwan Martua Dongan Simatupang, merupakan bungsu dari lima bersaudara. Lahir di Sibolga, Sumatera Utara, pada 18 Januari 1928. Dan wafat di Jakarta 4 Agustus 1970. Pendidikan Iwan di SMA Padang Sidempuan terhenti karena Agresi Belanda II (1948), lalu ia pun aktif sebagai Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP). Setamat HBS V/B Medan (1953) ia masuk Sekolah Kedokteran Surabaya, tidak tamat, lantaran berangkat ke Negeri Belanda.

Kelangkaan Kritikus dan Peneliti Sastra

Nelson Alwi *
http://www.harianhaluan.com/

TAK terbantahkan, dengan tulisan berjudul 30 Tahun Terakhir Tak Ada Novel Bermutu dari Sumatera Barat (Haluan, Minggu 23/1) Darman Moenir berhasil meng­gu­gah gairah sejumlah intelek­tual untuk penulis esai sastra sekaligus mempublikasikannya di harian kesayangan ini. Semangat mereka semoga dapat dipelihara dan semakin menya­la-nyala, menyinari aktivitas berkesusastraan, terutama di daerah tercinta ini.

Surau dan Kerisauan Orang Minang

Nelson Alwi*
Suara Karya, 20 Sep 2008

EKSISTENSI atau pun sumbangsih surau bagi keselarasan (ke)hidup(an) sosial-keagamaan masyarakat Minang, tak bakalan tergerus dari ingatan. Ya, surau pernah berperan besar lagi sangat signifikan sekali. Selain sebagai tempat beribadah, surau berfungsi menampung kakek-kakek uzur tiada berdaya, para duda, musafir atau anak dagang, apalagi anak-anak serta remaja yang hendak menuntut ilmu: dunia dan akhirat.

Indonesia (Tentu) Bisa Samai Korsel

Nelson Alwi *
http://www.ambonekspres.com/

Dalam rentang waktu relatif singkat, Korsel (baca: Korea Selatan), negeri yang porak-poranda sehabis Perang Korea (1950-1953) itu, muncul sebagai macan Asia yang menakjubkan.

Sekarang negara itu berada di posisi negara ke-11 terbesar di bidang perekonomian dunia. Sepuluh tahun ke depan diprediksi para pakar menembus peringkat ke-7, dengan 7 persen pertumbuhan ekonomi per tahun dan US$ 40.000 pendapatan per kapita.