Goethe Di Antara Mozart dan Beethoven

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=310

Pada Mozart, katanya hati mencurah dalam angan-angan yang halus, sedangkan pada Beethoven, angan-angan bercepatan dengan beraninya ke yang tak berakhir: itulah kepenuhan rasa yang berhadapan dengan keyakinan daripada tenaga (J. Van Ackere).

Kita dapat pergunakan keduanya, tergantung kejiwaan saat-saat membuahkan karya, bisa berpandangan Mozart ketika jiwa dalam keadaan tersedot peristiwa, terhisap daya pesona semisal kegemilangan iman. Continue reading “Goethe Di Antara Mozart dan Beethoven”

Ben Okri Dan Penyair Tulen

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=340

Penyair dipertentangkan dengan dunia, karena ia tak dapat menerima segala yang tampak sebagaimana apa adanya (Ben Okri).

Penyair hadir dari kegelisahan menggila atas beban lingkungannya; ladang di mana dirinya menemukan benturan hebat, di hadapannya rumusan hidup tiada yang becus, wewarna sengkarut. Namun tatkala melihat langit biru peroleh rongga pernafasannya lega, awan beterbangan sewujud pergerakan sosial, peradaban bertumpuk-tumpuk. Dan saat angin menghampiri didapati abad silam-semilam memberi kabar, lantas turun balik peroleh kekacauan yang sedikit jinak. Continue reading “Ben Okri Dan Penyair Tulen”

BOLA SALJU YANG MENGGELINDING

Nurel Javissyarqi
http://www.facebook.com/nurelj

Hujan lebat mengguyur bumi melahirkan kerinduan, adakah ketulian para seniman di negeri jauh yang mencipta kegagapan, lebih parah mewujud kendang kebisuan, tidak mendengar bahasa penderitaan, padahal seluruh organ diri bekerja baik, sayang tuli.

Jameson berkata; ??referensi dan realitas secara bersama-sama lenyap, bahkan makna (petanda) dihadapkan ke satu masalah. Kita dibiarkan dalam permainan acak petanda yang kita sebut post-modernisme, yang tidak lagi menghasilkan karya-karya monumental seperti modernisme, tetapi secara tidak henti mengaduk-aduk fragmen-fragmen teks yang sudah ada?? Continue reading “BOLA SALJU YANG MENGGELINDING”

Bahasa ยป