RUANG-WAKTU PADAT, XIX: I – XC

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=197

Pribadimu lenyap dalam pergumulan perasaan, sewaktu angin merangsek
mengumpulkan awan bimbang, diulur daya tarik layang bumi menjelajah (XIX: I).

Menjelang senja, berbondong merangkul cium jubah kemerah,
ada memberi cawan berisi madu, persembahkan cangkir penuh airmata,
ialah rupawan di atas ketinggian kepatuhanmu berkasih sayang (XIX: II). Continue reading “RUANG-WAKTU PADAT, XIX: I – XC”