ME-MITOS SEJARAH SASTRA

Nurel Javissyarqi*
http://forum-sastra-lamongan.blogspot.com/

Memitos, istilah saya untuk menyebut kebalikan dari kata jangka (ramal, meramal). Di Jawa ada pengistilahan ngerogo sukmo, semacam meranggehnya sukma. Maka memitos sejarah, serupa ngeranggeh cerito atau merengkuh cerita lama. Sejenis membongkar ingatan di bawah sadar sejarah bathin-raga kemanusiaan. Ini semoga bukan bentuk kelebihan hormon pengarang. Continue reading “ME-MITOS SEJARAH SASTRA”

MAHABBATHIEN SEJARAH

(bathin lebih terhadap sejarah)
Nurel Javissyarqi*
http://sastrapemberontak.blogspot.com/

Sejarah di atas bumi, tak lepas dari yang dikurbankan untuk perut bumi.
Kerajaan Majapahit masih hadir dalam bathin saya, dan di benak pembaca terdapat rekaman sejarah. Tulisan ini bentuk upeti dari kadipaten Lamongan, dipergunakan untuk kedatangan di bencah tua tlatah Jawa. Mojopahit (Majapahit), yang kini lebih dikenal sebutan Mojokerto. Perubahan nama itu tak kurang usaha menghapus pamor, agar kelak tiada pemberontakan di negara Indonesia dalam bentuk apapun, itulah yang saya tangkap. Continue reading “MAHABBATHIEN SEJARAH”

Dari Minder, Keblinger sampai Atos

Nurel Javissyarqi

(I) Bagian pertama ini pernah dikorankan secara dadakan sekali terbit dalam acara DKL 2007, berjudul Lamongan Menuju Kota Buku dan sedikit ditambahkan. Yang kering-kerontang terbakarlah, yang basah tetap melempem. Oya sebelum jauh maaf, kiranya siratan perbahasaan ini tak nikmat dikunyah, sebab guratan pena saya belumlah teruji media massa. Tapi diri ini tak khawatir, karena keyakinan kata-kata merupakan daya-dinaya yang sanggup menggempur kalimat teratur cepat dilupa. Continue reading “Dari Minder, Keblinger sampai Atos”

Bahasa ยป