GELOMBANG MERAWAT PANTAI, XIII: I – CXI

Gelombang Merawat Pantai
(Interpretasi puisi Nurel Javissyarqi yang bertitel
“Gelombang Merawat Pantai” dalam “Kitab Para Malaikat”)
Karya Lukisan: Andry Deblenk
Tahun: 2013, Ukuran: A4
Media: Crayon on Paper

Nurel Javissyarqi*
http://pustakapujangga.com/?p=209

Dia menumpahkan sabda kelanggenggan gelombang,
luapan kabut menuruni semenanjung langit pulau sebrang
dan daya rindu tersirap cakrawala (XIII: I). Continue reading “GELOMBANG MERAWAT PANTAI, XIII: I – CXI”

BERKACA MENULIS DARI NUREL

Sutejo
Ponorogo Pos

Nama Nurel Javissyarqi memang belum seagung penulis Indonesia lainnya. Tetapi misteri perjalanan kepenulisan adalah etos nabi yang alir penuh jiwa berkorban, total, dan –nyaris—tanpa pamrih balas. Sebuah pemberontakkan pemikiran sering dilemparkan. Tradisi dibalikkan. Pilihan dilakukan, termasuk untuk memberikan pelajaran kepada orang tuanya. Penting dicatat, karena orang tuanya adalah guru konvensional yang terus alirkan kerapian, ketaatan, dan keberaturan lain. Continue reading “BERKACA MENULIS DARI NUREL”

PENAMPAKAN DOA SEMALAM, XI: I- CVI

Penampakan Doa Semalam
(Interpretasi puisi Nurel Javissyarqi yang bertitel
“Penampakan Doa Semalam” dalam “Kitab Para Malaikat”)
Karya Lukisan: Andry Deblenk
Tahun: 2013, Ukuran: A4
Media: Crayon on Paper

Nurel Javissyarqi *
http://pustakapujangga.com/?p=213

Darimu gairah meledakkan kulit dan isi, ruh hayat timur barat menggelinjak
ke dada awan merangkul ombak, ketika warna tak lagi persoalkan cahaya (XI:I). Continue reading “PENAMPAKAN DOA SEMALAM, XI: I- CVI”

SEKUNTUM BUNGA REVOLUSI, X: I- XCI

Sekuntum Bunga Revolusi
(Interpretasi puisi Nurel Javissyarqi yang bertitel
“Sekuntum Bunga Revolusi” dalam “Kitab Para Malaikat”)
Karya Lukisan: Andry Deblenk
Tahun: 2013, Ukuran: A4
Media: Crayon on Paper

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=215

Sebelum jauh tulisan ini melangkah, ingin menyapamu terlebih dulu;
apakah mimpi perlahan mulai sirna, oleh sorot matahari menempa jiwa,
entah masih ada, malam-malam lembut terjaga alunan sejati rasa (X: I). Continue reading “SEKUNTUM BUNGA REVOLUSI, X: I- XCI”