RUANG-RUANG MENGABADIKAN, IV: I – XCVIII

Ruang-ruang Mengabadikan
(Interpretasi puisi Nurel Javissyarqi yang bertitel
“Ruang-ruang Mengabadikan” dalam “Kitab Para Malaikat”)
Karya Lukisan: Andry Deblenk
Tahun: 2013, Ukuran: A4
Media: Crayon on Paper

Nurel Javissyarqi *
http://pustakapujangga.com/?p=227

Suara gending-gending masih megalun dalam jiwamu,
walau tetabuhannya telah dihentikan, merasakan diamnya ke puncak membiru
lalu sukma berbisik, mengetuk jendela perempuan-perempuan abadi (IV: I). Continue reading “RUANG-RUANG MENGABADIKAN, IV: I – XCVIII”

BAIT-BAIT PERSEMBAHAN, III: I – XCIII

Bait-bait Persembahan
(Interpretasi puisi Nurel Javissyarqi yang bertitel
“Bait-bait Persembahan” dalam “Kitab Para Malaikat”)
Karya Lukisan: Andry Deblenk
Tahun: 2013, Ukuran: A4
Media: Crayon on Paper

Nurel Javissyarqi *
http://pustakapujangga.com/?p=229

Istirahlah perempuan agung, sambut mentari esok lewat sedenyar fajar
dan tunjukkan wajah berserimu di hadapan cahaya (III: I). Continue reading “BAIT-BAIT PERSEMBAHAN, III: I – XCIII”

HUKUM-HUKUM PECINTA, II: I – CXIII

Hukum-hukum Pecinta
(Interpretasi puisi Nurel Javissyarqi yang bertitel
“Hukum-hukum Pecinta” dalam “Kitab Para Malaikat”)
Karya Lukisan: Andry Deblenk
Tahun: 2013, Ukuran: A4
Media: Crayon on Paper

Nurel Javissyarqi *
http://pustakapujangga.com/?p=231

Ia tak pernah menjatuhkan vonis kematian kedua kali, kecuali kau
naik banding, serupa mati surinya pemegang sapu lidi di makam Ampel (II: I). Continue reading “HUKUM-HUKUM PECINTA, II: I – CXIII”

MENGUAK TABIR PUJANGGA RABINDRANATH TAGORE KE TANAH JAWA*

Saya persembahkan kepada Rabindranath Tagore, buyut Kasipah dan tanah Jawa
Nurel Javissyarqi**
http://pustakapujangga.com/?p=66

Prolog:
Di usianya yang ke 69 Bagus Burhan (nama kecil R. Ng. Ronggowarsito, 1802-1873), pujangga India Rabindranath Tagore dilahirkan dunia. Tepatnya di Joransko, jantung kota Kalkutta pada tanggal 6 Mei 1861. Sebagai putra keempat belas dari lima belas bersaudara, atas pasangan Maharishi Debendranath Tagore dan Sarada Devi. Atau 6 tahun setelah wafatnya Pangeran Diponegoro (1785-1855). Kakek buyut Rabindranath Tagore ialah penggerak Renaissans India, yang bernama Rommohan Roy. Continue reading “MENGUAK TABIR PUJANGGA RABINDRANATH TAGORE KE TANAH JAWA*”

Bahasa »