CINTA YANG MEMBUNUH

Mashuri *

Aku menunggu telepon dari John dalam temaram lampu taman belakang rumah. Tapi yang kutunggu mirip musafir yang lupa jalan pulang. Hingga pukul 01.00, John tak kunjung menghubungiku. Padahal dalam kurun seminggu ini, tepat pukul 00.00, aku menemukan kedamaian, yang sempat raib dalam kalbu. Ibarat padang gersang, oase yang selama ini kering-kerontang mengeluarkan mata air baru dan membentuk kolam. Continue reading “CINTA YANG MEMBUNUH”

PEMBELAHAN DADA

Anton Wahyudi *

Siang hampir saja ranum. Terik yang tadinya berkecamuk mendadak susut, tertutup rombongan awan kelabu. Tak ada suara geluduk, tak ada kilatan petir menjalar, tak ada tanda mau turun hujan. Udara seketika terasa sesak. Pengap. Kota yang tadinya tampak putih berseri tiba-tiba pucat pasi. Pucat seperti reraut wajah bidadari keluar dari kamar operasi. Continue reading “PEMBELAHAN DADA”

PENYAKSI

Taufiq Wr. Hidayat *

Malam itu udara dingin mengantarkan saya ke rumah Kiai Sutara yang sederhana. Lingkungan pinggiran kota yang tak ramai. Surau kecil dekat rumah Kiai Sutara. Pohon-pohon. Jalan kecil yang sepi. Rumah kecil yang dipenuhi bonsai. Terdapat lampu tua. Dan di kursi dan meja kuno itu, tampak seorang tua duduk. Terdengar suara musik klasik dari pemutar lagunya. Saya sendiri tidak tahu musik apa itu. Continue reading “PENYAKSI”

JABUR BINSUD

Taufiq Wr. Hidayat *

Dengan jantung yang berdebar, Jabur Binsud memasuki sebuah halaman rumah kayu sederhana. Anak-anak kecil berlarian di halaman. Sebuah surau kecil tempat anak-anak belajar membaca al-Qur’an.

“Assalamu’alaikum,” ujar Jabur Binsud.

“Walaikumsalam,” jawab tuan rumah. Continue reading “JABUR BINSUD”

Bahasa ยป