Mashuri *
Aku menunggu telepon dari John dalam temaram lampu taman belakang rumah. Tapi yang kutunggu mirip musafir yang lupa jalan pulang. Hingga pukul 01.00, John tak kunjung menghubungiku. Padahal dalam kurun seminggu ini, tepat pukul 00.00, aku menemukan kedamaian, yang sempat raib dalam kalbu. Ibarat padang gersang, oase yang selama ini kering-kerontang mengeluarkan mata air baru dan membentuk kolam. Continue reading “CINTA YANG MEMBUNUH”

