301 (day 1)

Truly Raksawinata

Radio bisa sangat memuak-kan, lagu-lagu murahan dengan lirik dan kata-kata kotor, suara penyiar menjijikkan, dan topik-topik memenuhi keranjang sampah.
Selamat datang industri, ucapkan selamat tinggal pada seni.

Jika sesuatu sudah terlalu kotor dan menjijikkan, lama-kelamaan sesuatu itu terlihat indah, karena sesuatu di dalam diri telah mati, kesejatian diri. Baca selengkapnya “301 (day 1)”

Pohon Jambu Klutuk

Susy Ayu
http://www.facebook.com/inbox/readmessage.php?t=1144770786712&f=1&e=0#/profile.php?id=1852035871

Pernahkah kau menjumpai pohon jambu klutuk yang bisa menjadi sahabat baik sepanjang perjalanan tiga belas tahun kehidupanmu? Aku bahkan memilikinya, ia tumbuh di halaman rumahku. Dahannya sebagian yang menyeberang pagar adalah tempatku berayun sambil menyanyikan lagu lagu yang ada di ingatanku. Kadang penuh, kadang setengah kadang hanya reff nya saja. Pada setiap baris lagu selalu merupakan sapaan pada ujung dahan untuk mencium tepian parit di seberang pagar. Baca selengkapnya “Pohon Jambu Klutuk”

Berburu Celeng

Abdullah Sajad
http://www.facebook.com/profile.php?id=1575574180&ref=mf

i
Satu anjing bersama seorang yang memegang golok. Golok hitam yang berukir seperti lahar, besi baja matang. Golok yang ditempa dengan seribu jilatan api dalam tungku. Bersama doa yang disematkan dalam kelamnya. Bersama panas yang dipendam dalam ukiran kawah gunung krakatau.

Dua anjing dengan satu orang yang memegang senapan dorlok. Senjata rakitan dari tukang bubut yang biasanya melobangi mesin mobil atau mengorek mesin agar busi membakar bensin dalam balap liar. Senjata itu adalah mesin yang berisi peluru dari serpihan besi dan gotri. Baca selengkapnya “Berburu Celeng”

Istilah pencarian yang masuk: