Simpang Jalan

Imron Tohari

Lelaki paroh baya itu masih bersimpuh di bawah pohon rindang, didekap erat di pangkuannya kantong kulit yang tidak terisi penuh anggur. Beberapa kali kepala mendongak ke atas, menatap burung bertengger di ranting pohon yang tengah asyik berkicau.

Seakan ingin melepas segala beban yang tengah menindih otaknya, Lelaki paroh baya sandarkan tubuh pada batang pohon yang semenjak tadi hanya diam membisu. Ia, lelaki paroh baya itu, menghela nafas dalam-dalam. Continue reading “Simpang Jalan”

AKU, KAU DAN LELAKI ITU

Lina Kelana

Aku, wanita yang tercacah peran. Sempurna belatinya mencabik dan mengoyak dagingku hingga tertinggal perih di ulu. Sendi sendi tulangku mulai keropos dan menguap. Memamah ngilu di denyut yang hanya bersisa degup tanpa jantung. Aroma anyir semerbak membumbung mengumumkan lambung lambung kosong yang kerontang. Menandai udara, panasnya mulai menyapa bersama hadirnya mentari setinggi kepala. Ketika senja bergegas mengganti siang, ngilu di lukaku menjadi lumer. Continue reading “AKU, KAU DAN LELAKI ITU”

Menunggu Sambil Membaca Sajak

Denny Mizhar

Keheningan menghampiriku di perjamuan ruang tunggu. Aku terus berdiri dengan harap, kau datang membawa sepucuk senyum yang hilang dariku. Sebab lelah memandang masa lalu, tak juga mau pergi. Kenangan-kenangan pahit menyelinap dalam hari-hariku.

Dalam ruang tunggumu aku ibarat petani yang menanti musim panen tiba. Menunggu sambil memupuk bibit-bibit dan tunas-tunas muda yang ditanam di sawah-sawah, ladang-ladang atau perkebunan. Berharap esok ketika panen, hasil dapat melimpah ruah. Continue reading “Menunggu Sambil Membaca Sajak”

WASANA KATA

KRT. Suryanto Sastroatmodjo

Paduka Ibunda Kanjeng Ratu Sepuh!
Ternyata, dorongan terbesar dari setiap anak untuk sanggup berbicara adalah merdekanya lahir dan batin, dan merdekanya nilai-nilai yang dapat digunakan selaras kehendak hati. Kita mustahil dapat melihat sangkar nan gumantung di pepohonan johar, serta tak mengetahui kapan diturunkan; dan isinya diberi kesempatan menjenguk dunia bebas. Kita takkan tahu, apakah sarang-sarang peksi ‘abur-gumelur’ yang tanpa kendali itu hadir kembali sebagai wadah dari sang pemilik kelanggengan, karena nyanyian-nyanyiannya. Manakala terdapat rasa sarujuk buat menegurnya, mereka bisa dipersilakan. Fitrah yang dihadapkan ke tengah tawar-menawar. Continue reading “WASANA KATA”

Prosa-Prosa Ahmad Syauqi Sumbawi

Sarang Laba-laba di Rumah Tua

Tepat di hadapan kami, rumah peninggalan kakek berdiri. Bangunan tua berbentuk limas dan cukup besar. Seperti pada umumnya rumah-rumah tak berpenghuni, rumah itu kusam, kotor berdebu, dan tak terawat. Sawang-sawang bergelantungan di banyak bagian pada langit-langit beranda.
Perlahan daun pintu kayu jati yang tampak berat dan tebal itu terbuka disertai bunyi derit. Seperti menjerit, bersama debu-debu yang bersemburan. Sejenak melangkah ke dalam, maka tampaklah lebih banyak lagi sawang-sawang bergelantungan di ruangan itu. Continue reading “Prosa-Prosa Ahmad Syauqi Sumbawi”

Bahasa »