Nurel Javissyarqi *
http://pustakapujangga.com/?p=199
Waktu semakin padat ditempuh, menuju puncak kabut cahaya,
namun hari-harimu, masih saja mengeja satuan-satuan aksara (XVIII: I).
Ia malu sebelum batu-batu itu kau duduki,
maka singgahlah di kedung, agar bertemu ketenangan ulung (XVIII: II). Continue reading “TANAH KELAHIRAN MASA, XVIII: I – CXXVII”




