DI SEKUJUR SURAT TERAKHIRKU 1
kulepaskan silam di pantai ini
dari kesukaan dan apapun lamunan
berdebur-debur dalam pilu hatiku
yang tak pernah berucap dari jauh Continue reading “Puisi-Puisi Sahaya Santayana”
DI SEKUJUR SURAT TERAKHIRKU 1
kulepaskan silam di pantai ini
dari kesukaan dan apapun lamunan
berdebur-debur dalam pilu hatiku
yang tak pernah berucap dari jauh Continue reading “Puisi-Puisi Sahaya Santayana”
REALITA
Tak terkuak semua meski habis terbaca
Selalu ada yang tersisa
Seakan menjadi rahasia
Pada larik-larik sajak itu aku berusaha mengejanya
Tapi setiap kali aku mengakhiri
Ada saja yang luput dan tak terliput
Selalu ada kabut yang menabiri Continue reading “Puisi-Puisi Sunu Wasono”
Rakai Lukman *
Bermain terka, timbang menimang remang petang. Matanya membidik lubang pusaran langit warna ekor merak. Cakrawala yang hamil tua berpusing merekam warna-warni nasib. Continue reading “Cemeti Langit Warna Merak”
Kompas, 10 Agu 2014
Ninabobo
1/
Tidurlah, Lautku,
jenak ombak teduh badai
dengung angin setelah rinai.
Aku camar pencari ketam,
ingin terbang dari sarang ke lautan,
menyuruk ke tubuh gelombang. Continue reading “Puisi-Puisi Dedy Tri Riyadi”
Raudal Tanjung Banua *
Marabahan, pusaran waktu
Dua sungai, dua aliran besar bertemu
berpusar di urat nadimu. Dua masa abadi
Berdetak dalam hening semadi. Continue reading “PUSARAN WAKTU MARABAHAN”