Puisi-Puisi Fatah Yasin Noor

Belantara Hijau

Mata yang tersimpan dalam kandungan gunung. Perlahan silau atas tajam matahari. Atas hari-hari yang semakin terbuka. Menguak kehijauan hutan belantaramu. Nyaris tak lagi bisa ditandai. Gerimis yang terus merintih pelan. Jejak-jejak sunyi masih merangkum musim. Aku berjalan perlahan dalam beludru malam. Melingkar lewat lekuk teluk yang dikenali pelanduk. Ahai sepi, seperti ampas kopi. Continue reading “Puisi-Puisi Fatah Yasin Noor”

Puisi-Puisi Indra Tjahyadi

suarakarya-online.com

Musim Hanya Tinggal Gempa

Mayat ingatanku yang menginsyafi badai
mengganyangi kupu-kupu. Seratus siulan pelangi melesat
Dari balik mendung, berserapah pada rindu. Serupa
tikus, aku impikan keremajaanmu,
tapi tanpa sorban, pengetahuanku dekaden
dikuliti laknat hantu-hantu. Seratus kejemuan
yang diriwayatkan perusuh menemukan kota-kota
khayalanku yang hangus. Continue reading “Puisi-Puisi Indra Tjahyadi”

Bahasa ยป