Yurnaldi
oase.kompas.com
Kehebatan Putu Wijaya bermonolog, memang tak ada duanya. Lebih hebat lagi, dalam monolog berjudul Burung Merak, yang ditampilkan Rabu (4/11) di Wisata Makanan Food City, Jakarta, pimpinan Teater Mandiri itu mampu menghidupkan pemikiran-pemikiran almarhum WS Rendra dalam posisinya sebagai empu demikian Rendra memposisikan diri seniman di depan penguasa, ketika ia mendapat Anugerah Seni dari Dewan Kesenian Jakarta, tahun 1975. Continue reading “Monolog Putu Wijaya, Hidupkan Pemikiran Si Burung Merak”
