Burung Merak Putu Wijaya

Hikmat Gumelar *
newspaper.pikiran-rakyat.com

Dari belakang panggung, dari balik layar putih yang sepa-ruhnya memerah oleh semburan cahaya lampu, muncul seorang lelaki memakai sarung hitam, kemeja hitam, kopiah hitam, dan syal abu melilit leher. Untuk ukuran umum lelaki Indonesia, lelaki itu tinggi dan besar. Akan tetapi, saat berjalan membentuk sepatu kuda, langkahnya tampak berat. Badannya tampak rapuh, dan saat berkata, suaranya terdengar mengandung duka. Pelan dan agak serak. Continue reading “Burung Merak Putu Wijaya”

Putu Wijaya di Mata Para Seniman

Stevani Elisabeth
sinarharapan.co.id

Putu Wijaya meraih penghargaaan Akademi Jakarta di tahun 2009 ini. Penghargaan itu akan diberikan kepada Putu Wijaya di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.

I Gusti Ngurah Putu Wijaya atau yang biasa dikenal dengan Putu Wijaya (65) telah mengabdikan hidupnya dalam dunia seni dan budaya. Pria yang lahir pada 11 April 1944 ini telah menghasilkan sedikitnya 30 novel, 40 naskah drama, dan ribuan cerpen. Bahkan beberapa naskah drama dia sutradarai sendiri untuk dipanggungkan di dalam dan di luar negeri. Continue reading “Putu Wijaya di Mata Para Seniman”

Putu Wijaya

Budayawan yang mantan wartawan ini bercerita tentang dunia teater dan kesenian lainnya yang kian tergusur kapitalisme.

Pewawancara: Adiyanto, Kristian Ginting
koran-jakarta.com

Kematian WS Rendra, menurut Putu Wijaya, jangan sampai mematikan perkembangan dunia teater di Indonesia. Kendati demikian, pimpinan Teater Mandiri ini juga berharap tidak muncul “Rendra-Rendra” baru. “Biarlah dia pergi dengan kebesarannya. Dia tidak akan pernah tergantikan.” Yang perlu dilakukan, katanya, adalah mempelajari karya-karya almarhum, tanpa perlu harus menjadi dirinya. Continue reading “Putu Wijaya”

Laporan dari Praha: Putu Wijaya Cs Pentaskan Drama ‘Zero’ di Ceko

Eddi Santosa
detikcom

Praha – Putu Wijaya dan Teater Mandiri akan mementaskan drama “Zero” di Prague City Library Hall. Putu cs hadir memeriahkan peringatan 50 Tahun Kerjasama Kebudayaan RI-Ceko.

Pementasan drama ‘Zero’ oleh Teater Mandiri itu sekaligus untuk menghormati Prof Zorica Dubovska, seorang pakar kebudayaan Indonesia, yang akan menerima penghargaan dari Menteri Luar Negeri RI pada malam nanti, Korfungsi Pensosbud Azis Nurwahyudi menuturkan kepada detikcom, Jumat (13/6/2008). Continue reading “Laporan dari Praha: Putu Wijaya Cs Pentaskan Drama ‘Zero’ di Ceko”

Putu Wijaya Kirim “Burung Merak” Untuk Rendra

Aditya Pradana Putra
antarajateng.com

Pementasan monolog “Burung Merak” oleh Putu Wijaya di Teater Arena, Taman Budaya Jawa Tengah, Kota Solo, Minggu (15/11) malam, menjadi upaya mengenang jasa sastrawan, WS Rendra. Dalam pementasan untuk memperingati 100 hari meninggalnya WS Rendra, Putu Wijaya menghidupkan semangat perjuangan Rendra di hadapan ratusan penonton yang memadati gedung kesenian tersebut. Continue reading “Putu Wijaya Kirim “Burung Merak” Untuk Rendra”

Bahasa ยป