Posted by PuJa on January 15, 2010
Rakhmat Giryadi http://sastraapakah.blogspot.com/ Hidup di gang sempit, para tetangga seperti punya alat perekam yang canggih. Kupingnya seperti alat pendeteksi, matanya seperti hidencamera, yang setiap gerak gerik kita, semua terekam. Dan otak mereka seperti hardisc yang mampu menyimpan miliaran data. Sekali tekan tombol : mulut mengoperasikan data itu menjadi gosip yang berkepanjangan.
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on January 13, 2010
Rakhmat Giryadi* http://teaterapakah.blogspot.com/ Jawa Timur, mengalami kelangkaan naskah teater. Sejak periode tahun 1970-an, periode Akhudiat, penerbitan naskah teater baru terjadi satu kali. Pada tahun 2001 lalu Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT) menerbitkan Tiga Kitab Lakon dari Jawa Timur, yang hanya memuat tiga naskah antara lain, Jaka Tarub (Akhudiat), Sang Tokoh (Anas Yusuf), dan Kuman (Meimura). [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on January 5, 2010
dari novel BUMI MANUSIA karya Pramoedya Ananta Toer Rakhmat Giryadi http://teaterapakah.blogspot.com/ BABAK I Setting : Dekat Pabrik Gula Tulangan ADEGAN 1 Orang-orang sedang bekerja, hilir mudik, membawa karung-karung (gula) dan juga batangan tebu dengan geledekan. Mereka bertelanjang dada. Tubuhnya hitam. Ada yang kekar. Tetapi ada juga yang kurus kering.
Filed under: Naskah Teater
Posted by PuJa on October 16, 2009
Rakhmat Giryadi http://www.surabayapost.co.id/ Jika ke huma membawa pepah Pepah bertiti berpagar duri. Alamnya indah rakyatnya ramah Inilah Negeri Laskar Pelangi PANTUN di atas diucapkan Gubernur Bangka Belitung H Eko Maulana Ali pada awal sambutan. Sontak ruang Mahligai Serumpun Sebalai riuh rendah oleh tepuk tangan hadirin, para sastrawan seluruh Indonesia.
Filed under: Esai
Posted by PuJa on September 18, 2009
Rakhmat Giryadi http://www.surabayapost.co.id/ Sastra Indonesia dibangun dari sub kultur yang menyebar di seluruh Indonesia. Sastrawan lokal memiliki andil besar dalam khasanah sastra Indonesia. Mencermati perkembangan kesusastraan Indonesia belakangan ini, kiranya jelas bahwa poros-poros kesusastraan Indonesia di berbagai daerah makin mengukuhkan keberadaannya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari dinamika kesusastraan Indonesia secara keseluruhan.
Filed under: Canting
Posted by PuJa on March 19, 2009
Rakhmat Giryadi, Ary Nugraheni http://www.surabayapost.co.id/ Dengan puisi aku bernyanyi Sampai senja umurku nanti Dengan puisi aku bercinta Di batas cakrawala … Penggalan bait puisi Dengan Puisi Aku yang dinyanyikan grup Bimbo tahun 70-an itu terasa sekali sebagai kredo Taufik Ismail untuk meneguhkan dirinya sebagai penyair sampai akhir hayatnya.
Filed under: Esai
Posted by PuJa on March 13, 2009
Mencari Teater Realis rasa Madura Rakhmat Giryadi http://teaterapakah.blogspot.com/ Konsep teater realis belum banyak dipahami. Meski demikian Sanggar Lentera STKIP Sumenep menggelar festival teater bergenre realis. Serangkaian dengan Pekan Seni Madura, pada 30 Desember lalu, Sanggar Lentera STKIP PGRI Sumenep, mengadakan Festival ‘Panggung Teater Realis’ se Madura. Sebanyak 20 peserta mengikuti festival ini.
Filed under: Esai
Posted by PuJa on February 18, 2009
Rakhmat Giryadi* http://teaterapakah.blogspot.com/ Kalau kita hitung, berapa jumlah teater nonkampus –untuk tidak menyebut profesional- di Surabaya? Kalau kita hitung-hitung tak melebihi jumlah jari tangan. Sementara yang masih eksis ‘berproses’ barangkali cuma berjumlah separuhnya. Beberapa bisa kita sebut, Teater Tobong, Teater Api Indonesia (TAI), Teater Jaguar, dan –mungkin- Bengkel Muda Surabaya, Teater Ragil. Untuk sementara kelompok-kelompok [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on February 6, 2009
Rakhmat Giryadi* http://teaterapakah.blogspot.com/ Dalam konsep drama tragedi terdapat monolog, soliloque, dan aside. Masing-masing memiliki peran dan fungsi yang berbeda-beda. Monolog merupakan perenungan terhadap peristiwa yang sedang menimpa sang tokoh. Dalam drama tragedi misalnya, sang tokoh biasanya berujar sendiri terhadap nasib yang menimpanya. Seperti Hamlet ketika berbicara sendiri setelah mendapat bisikan dari roh bapaknya, yang ternyata [...]
Filed under: Esai